Senin Selamat Pagi

Standard

Senin pagi, sampe kantor, moodnya langsung beda. Ga tau kenapa, padahal ga ada apa-apa. Mungkin undangan premove meeting dari company man yang ngeselin itu plus orang kantor yang pagi-pagi udah ribet banget. Rasanya gondok aja gitu pengen marahin orang. Hihihiii…

Mungkin digoda setan ini. Pergi kau setan jauuhh jauuuuuhh huussh huusssh

Ya uda deh itu aja

Thanks bhay!

Ih geje ^o^

First Time Kajian Islam at Masjid Namirah

Standard

Seneng banget bisa ikut pengajian di Masjid Namirah ini, mau datang lagi minggu depan. Dan tebak siapa yang ngajak?! Yes! My dearest muallaf sister.

Kenalan sama Muslimah sisters lain juga yang mantap konsisten istiqomah berniqab. Subhanallah, cantik-cantik dan baik-baik banget ternyata ibu-ibu ini.

Pas sholat, ada yang beda dari yang kulihat di kebanyakan Masjid, ya, ini beda. Bedanya adalah, para mukmin perempuan sangat konsisten menjaga kerapatan shaf. Kami senantiasa menjaga ujung kaki bersentuhan, bahkan bahu ketika berdiri, serta dengkul/betis ketika duduk. Sebagaimana aku lihat shaf perempuan di kebanyakan mesjid atau musholah selalunya shaf-shaf itu berongga, sendiri-sendiri di sajadah masing-masing.

Selain itu, tidak ada yang melantunkan pujian-pujian atau doa-doa via loudspeaker sebelum (lepas adzan) dan sesudah sholat sebagaimana yang biasa dilakukan di kebanyakan masjid. Selepas adzan, ya mesjidnya tenang karena pada sholat sunnah atau berdzikir sembari menunggu Imam dan iqomah.

Agak-agak miris kalo ada yang memandang sebelah mata terhadap ibu-ibu berniqab ini, dibilang teroris lah, garis keras lah, lebay lah karena meniru budaya orang arab..parahnya lagi itu terlontar dari sesama Muslim juga. Baiknya baca dan pelajari dulu yah dalil mengenakan jilbab bersama niqab ini.

Buat yang mau mencari ilmu bekal akherat, yuk datang ke Masjid Namirah, Balikpapan Baru setiap hari minggu, ba’da Magrib. Datang dari sore aja, Solat Magribnya bisa bareng alias berjamaah :D

Buat saudariku, ummi cantik, pardon with my muallaf wording yaa…hope u dont mind. But it really surprise knowing that u are become my sister XD

Buat Para Bumil dan Busui: Inisiasi Menyusu Dini

Standard

image

Dari akun twitter Dokter Tiwi, mengabadikan proses Inisiasi Menyusu Dini (IMD) bayi kembar yang dilahirkan dengan operasi cesar.

Siapa bilang melahirkan cesar ga bisa IMD? Bekali ilmu menyusui jauh sebelum melahirkan, jangan Ibunya aja, ayah juga HARUS ikut belajar menyusui. Karena Ayah adalah supporter utama keberhasilan menyusui. Jika Ibu gagal, jangan salahkan Ibu, tapi kita TANYA apa kontribusi Ayah?

Ayah, dont be just a breastfeeding hero. Be a partner!

Cari info selengkap-lengkapnya tntg rumah sakit dan tenaga medis yang pro IMD dan pro ASI.

Siapkan skenario jika tenaga medis yang bertugas ternyata ga support, sorry to say, tenaga-tenaga profesional sekarang, masih ada yang belum teredukASI, like, I was in this kind of situation, in my friend’s giving birth day,

Susternya ngajarin menyusui, karena bayi banyak tidur dan belum bisa lacht on, jadi belum bisa netek, and then she said,

“Ibu, nanti kalo bayinya ga bisa netek, gula darah bisa turun, berat badan turun, kuning, terpaksa dikasi formula.” Padahal saat itu belum 24 jam. Mislead menurut saya. Alih-alih nakut-nakutin dengan hal gula darah, berat badan dan kuning, banyak jalan yang masih bisa ditempuh sebelum betul-betul beralih ke formula. Formula is the last option.

Dan satu lagi, cari dan pastikan temukan contact konselor laktasi. Jika menemukan kendala dalam menyusui, do not hesitate to contact them!

Oke. Sekian ^^

image

Saos Bolognaise ala Ibunya Jamesha

Standard

image

Okeh okeh..tampaknya resepnya harus aku posting lagi biar lebih jelas. Jadi malam Jumat kemaren aku harus segera mengolah daging sapi bekuĀ  yang sudah keburu meleleh di suhu ruang setelah aku diamkan semalaman. Pagi-pagi udah rempong bersihin si daging karena harus dibuangin lemak dan uratnya, lalu dipotong-potong dadu, untuk kemudian diblender. Padahal harus siap-siap ke kantor hari itu.

Jadilah setelah si daging bersih, langsung aku kasi perasan jeruk nipis, simpan di wadah kedap udara trus disimpan lagi di kulkas bawah. Niatnya sih mau dieksekusi pulang kantor aja, soalnya udah jam 7, cyin, ga enak datang terlambat. Well eniwei, jerih payah yang setimpal, padahal pulang kantor udah berasa males aja, apa boleh buat, dagingnya harus segera dimasak sebelum bakteri-bakteri jahat berkembang biak. Jadilah, eksekusi saos bolognaise baru aku laksanakan jam 9 malem. Hasilnya seddaapp seperti bolognaise yang aku dambakan. Karena bolognaise yang banyak beredar di pasaran, rasanya ga pas di lidah aku. Selalunya harus ditambah sambal botol lagi. Tapi yang bikin sendiri ini, rasanya suka-suka kita, sesuai selera kita. Yakaan :D

Alhamdulillah, jeruk nipis dan suhu dingin kulkas membantu si daging merah tetap segar. Langsung rebus tomat, kupas-kupas bawang, blender dan, ini resepnya:

Note: maaf banget takaran bumbunya pake kira-kira. Diicip-icip lagi yah, sesuaikan dengan selera :)

500 gr daging sapi segar. Buang lemak dan uratnya. Blender. Kebeneran ibu ini punya madato di rumah yang tangguh bingits memblender segala macam makanan. Rpm-nya 35000 bo! *sombong
1 kg tomat merah segar. Rebus. Kupas kulit. Blender.
2 buah bawang bombay ukuran kecil. Cincang.
2 siung bawang putih. Cincang. Ga suka banyak-banyak bawang putih, bisi pahit mak
16 sdm saos tomat botol. Bisa dicombine sama pasta tomat. Kebetulan aku ga punya pasta tomat, jadi pake saos tomat botol aja.
1 sdt merica bubuk. Sebenernya bisa dipakein pala bubuk lagi. Tapi karena pala ini ditengarai sebagai khomr seperti ganja yang memabukkan, akhirnya ga pernah pake lagi. Takut haram. Padahal pala itu wanginya, Subhanallah. Gak papah, ga pake pala tetep enak kok. * menghiburdiri
1 sdt garam
3 sdm gula
2 sdt oregano
2 sdt basil
4 sdm minyak goreng untuk menumis.

Caranya:
1. Panaskan minyak, tumis bawang putih hingga harum. Masukkan bawang bombay, tumis hingga caramelize alias layu agak-agak transparan;
2. Masukkan daging yang sudah diblender. Pas udah mulai setengah matang, masukkan merica bubuk supaya wangi merica masuk ke dalam daging. Hhhmmm seddaappp. Masak hingga berubah warna dan berbentuk butiran yg tidak lengket;
3. Masukkan tomat rebus yang sudah diblender, tambah air kalo dirasa seret.
4. Setelah mulai mendidih, masukkan berturut-turut saos tomat botol, gula, garam. Aduk-aduk sebentar sampe dirasa udah mulai mengental.
5. Masukkan oregano dan basil, masak hingga air habis dan saos mulai tampak berminyak. Matikan api. Angkat.

Untuk saos ini, karena cuma buat nyetok di kulkas buat sekali-sekali pengen santap fast food, setelah matang aku diamkan hingga menjadi suhu ruang, lalu simpan di wadah kedap udara dan simpan di dalam kulkas. Ketika mo disantap, tinggal dihangatin.

Kamu bisa menyantapnya bersama spageti atau jadi toping makaroni skotel atau toping pizza homemade kamu atau jadi isian roti tawar kamu atau sama nasi pun jadilaahh..monggo sesuai selera aja yah.

Oiya, karena ini buat nyetok di kulkas, bikinnya emang agak banyak. Kalo dirasa resep ini terlalu besar porsinya, bisa diconvert jadi setengah resep yah.

Ah satu lagi. Jika akan disimpan lebih dari seminggu, dibekukan saja ke dalam freezer. Karena batas simpan di kulkas bawah kurang lebih 7 hari. Sedangkan di freezer bisa sampai 6 bulan. Bahkan setahun untuk freezer khusus yang lebih dingin. Ini sih berdasarkan ilmu manajemen asi yang pernah aku terapkan. Karena ternyata, manajemen asi perah dengan makanan ini sebelas duabelas aja alias ga jauh beda. Tapi kayanya sih ga sampe seminggu, ini saos udah abis kali yak buat yang di rumahnya banyak orang hihihiiiii :D

Oce, selamat mencoba, Buibuu..
Seneng ga sih bisa bikin sendiri makanan enak dan sehat buat keluarga tercinta? Hehehee..ciaobella! Bon weekend ^^

When They Got Happier

Standard

Waktu pertama kali melepas kalian di bandara, air mata emang ga bisa ditahan. Sedih rasanya berpisah dengan cinta-cintaku untuk 2 minggu. 2 minggu, itu waktu yang ga sebentar loh. Tapi pada kenyataannya aku merasa cukup legowo, kenapa? Karena aku tahu mereka merasa lebih senang tinggal di sana. Lihat aja tuh pipi Jamesha tambah gembil. Kata mama dia jadi doyan makan banget. Dikit-dikit minta makan, belum lagi cemilan-cemilannya.

Kasihan kau Nak, kasihan Mama.. Kalian pasti kesepian hari-hari aku tinggal kerja. Seandainya boleh memilih, sungguh aku rela kalian tetap tinggal di sana. Bahagia berkumpul dengan keluarga kita. Mami, papi, raffa, uncle..

Sayang, ga kebayang aja reaksi Papa anakku seandainya aku mo minta pindah Jakarta..

Ah sudah lah..

Move on

Standard

So this is what u want, isn’t?! Ini kan yang kamu inginkan di setiap marahmu, di setiap jenuhmu, lelahmu

Sudah, ga usa banyak meminta! Aku capek menelan penyesalanmu, maafmu atas kesalahan yang sama, yang selalu terulang dengan bodohnya.

Aku sudah banyak memberimu kesempatan di tiga tahun kita bersama. Berapa kali aku bilang, jangan begitu, jangan begitu, nanti kamu menyesal. Menyesal kemudian ga ada gunanya. And now u see? See?

Karena maaf dan menyesal aja ternyata ga bisa mengembalikan waktu. Waktu ketika aku masih optimis dengan cita-citaku: mendampingimu, menyaksikan anak kita lulus sarjana bersama, menyaksikan anak kita diboyong suaminya bersama..

Bahkan sampai sekarang yang kau kejar masih dunia. Di saat aku sudah memikirkan tabungan akherat, yang kau kejar tabungan buat beli iphone. Di saat aku galau mengingat dosa-dosa masa lalu, kau malah asik dengan gitarmu.

So this is it. The end of you and I..

Anakku, maafin ibu nak. Maafin Ibu harus menempuh jalan ini. Maafin nasib kita jadi begini..semoga kelak engkau mengerti. Sampai kapan pun, kamu selalu menjadi rahmat Allah yang paling indah..u always be part of mine, sayang. Kamu berharga, and u know it!

Tumis Cumi Hitam Menangis

Standard

image

Tumis cumi hitam pertamaku. Gara-gara bikin ini jadi makan nasi. Sampe nambah 3x pulak! Ampuun! Foodporn banget ini cumi!

Oke, yang pengen coba resepnya, resep ini pake resep mamaku. Belasan bahkan puluhan tahun, mama selalu masak cumi pake resep ini dan selalu jadi kedoyanan, lupa diet dan tebuntal XD

Sebelum masak, ga lupa mama ngajarin cara bersihinnya. Pertama, lepaskan kepala dari badannya. Yang harus dibuang adalah bagian keras di badannya dan kepala. Jadi, cumi itu punya semacam tulang di badannya, ga keras, bentuknya kaya mika bening. Kerasa ko kalo kamu pegang-pegang. Nah mika itu dibuang.

Trus, pindah ke kepalanya. Ketika kamu tarik terpisah dari badannya, di situ ada kantong tintanya. Jangan dibuang. Karena si tinta hitam itu yang bikin sajian cumi kamu jadi lebih sedap dan gurih. Nah, di kepala tepatnya di bagian tengah testikel, let say itu mulutnya, ada ‘mika’nya juga, itu juga harus dibuang agar tidak mengganggu estetika kunyahan. Ga lucu lagi enak2 ngunyah cumi trus nemu mika di mulut. Ilfeel deh sepiringan.

Yuk, dicoba. Basicly bumbunya aku pake takaran kira-kira, karena mama juga ga bisa kasi angka takaran, semuanya pake jurus kira-kira. Tapi di tanganku, takarannya kira-kira sbb:

500 gr cumi segar
Segenggam Bawang merah, iris-iris kaya mo bikin bawang goreng
2 siung bawang putih, diiris-iris juga
Lengkuas, kira-kira segede jempol kakimu. Kalo ga ada bisa diganti jahe. Iris.
2 lombok besar, iris
2 buah tomat segar, iris
Cabe rawit sesuai selera, iris. Yang di foto itu, ada kalik 17 biji cabe rawit aku masukin. Al hasil, kita makan sambil menangis dan meler XD
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1 1/2 sdm gula pasir. Kurangin kalo dirasa terlalu manis
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Caranya:
1. Tumis bawang putih hingga harum, masukkkan bawang merah hingga caramelize;
2. Masukkin bumbu-bumbu iris yang lain: lengkuas, lombok besar, cabe rawit, dan tomat. Tumis hingga bumbu-bumbu tercium harum sedapnya :D
3. Masukkan cumi segar, masak hingga matang. Kapan matangnya? Pengalaman aku, begitu dimasak, cumi ini akan berair dan menciut jauuh dari ukuran semula. Tumisan kita jadi berkuah. Masak terus aja sampe kuah terlihat mengental atau berkurang. Ga perlu tambah air karena cumi ini sudah sangat berair ketika di masak. Angkat, sajikan bersama nasi hangat. What a Indonesian food! Nom nom!