Apa yang tidak anda lihat di media tentang Gaza? – Wawancara dengan Dubes Palestina, Fariz Mehdawi

Standard

dwiarshi:

Agar dunia melihat yang sebenarnya. Pray for Gaza..

Originally posted on tim marbun:

Di tengah ramainya pembicaraan dan perhatian dunia pada peristiwa yang terjadi di Gaza, saya berkesempatan untuk mewawancarai Duta Besar Palestina untuk Indonesia, Fariz N. Mehdawi di Kedutaan Palestina di Jl. Diponegoro, Jakarta Pusat. Wawancara dilaksanakan pada tanggal 14 Juli 2014 dalam bahasa inggris. Berikut adalah terjemahan lengkap dari wawancara yang berdurasi 24 menit tersebut.
Pertanyaan yang saya ajukan akan diawali dengan huruf T, dan jawaban Duta Besar akan ditandai dengan huruf J.
Semoga berguna.
——————————————-
T:
Duta besar, terima kasih atas waktu anda. Pertama saya ucapkan turut prihatin atas kondisi yang terjadi di Gaza saat ini, yang harapannya akan segera membaik. Pertanyaan saya adalah, media tidak selalu dapat menunjukkan apa yang sebenarnya terjadi disana. Apa kondisi Gaza yang tidak kita lihat di media?
J:
Yang tidak kita lihat, orang selalu tertarik dengan angka. Kita sudah berhitung berapa angka martir disana. Sudah lebih dari 200 orang, dan bangunan yang hancur juga…

View original 2,679 more words

Rich Chocolate Tart

Standard
image

Fresh from the oven

Pie coklat sih kalo menurutku. Pertama kali ngiler sama kue ini waktu nonton film The Help-nya Emma Stone. Adalah tokoh perempuan negro bernama Minny yang jago masak dan bisa bikin coklat pie enak. Look so yumyum! Penasaran pengen bisa bikin sendiri, mulai deh cari-cari resepnya. Awalnya pake key word “coklat pie”, eehhh ketemunya malah rich chocolate tart yang crust dan fillingnya full coklat. Well, here is the recepi (resep aslinya dari sini. Aku modif lagi versi aku, menyesuaikan dengan sikon, bahan dan peralatan yang tersedia.

Crust:
185 gr tepung terigu
25 gr coklat bubuk
55 gr icing sugar
150 gr mentega dingin, dipotong-potong (aku pake kombinasi blue band, hollman dan anchor. Masing-masing 1/3 takaran)
2 kuning telur
1 sdt air es

Cara membuat:
1. Campur rata tepung, coklat bubuk, icing sugar. Masukkan mentega, aduk rata. Masukkan kuning telur dan air es, aduk rata hingga adonan lembut. Resep asli digiling di food processor, karena ga punya, pengalaman ngaduk adonan choco chip cookies, jadinya pake centong nasi kayu, karena kulit pie dan cookie masih satu keluarga kue kering :D. Bungkus. Simpan di kulkas bawah selama 30 menit;
2. Giling hingga dirasa muat di loyang bongpas pie ukuran 24 cm yang sudah dioles margarin (aku punyanya ukuran 20 cm, sisakan kurleb 5 cm di tepinya. Ratakan permukaan crust hingga ke sisi-sisinya. Tusuk-tusuk dengan garpu agar tidak melendung saat dipanggang. Tutup (aku pake plastik wrap), diamkan lagi 30 menit di kulkas;
3. Panaskan oven suhu sedang (175 C. Aku set suhu ovenku 2 level di atas 150 C), letakkan biji-bijian kering di atas kulit pie dengan dialasi baking paper atau alufoil. Biji-bijian bisa pake kacang hijau, kacang tanah, kacang merah atau beras. Aku pakenya beras. Panggang kulit pie di rak tengah, oven biarkan terbuka, selama 15 menit;
4. Keluarkan biji-bijian, tutup oven, panggang lagi 10 menit atau hingga kecoklatan. Dinginkan.

image

Adonan crust yang sudah diaduk rata hingga lembut siap dibungkus pake plastik wrap untuk pendinginan tahap pertama

Filling:
300 gr DCC (lelehkan)
4 kuning telur
2 butir telur utuh
55 gr gula caster (aku pake gula pasir biasa)
80 ml krim kental
1 sdt vanila

Cara membuat:
1. Panaskan oven suhu rendah (150 C. Aku set 1 level di atas 150 C)
1. Kocok kuning telur dan telur utuh bersama gula caster di kecepatan 3 hingga mengental dan creamy;
2. Masukkan krim kental, aduk rata. Masukkan DCC leleh, aduk rata. Masukkan vanila, aduk rata.
3. Tuang filling ke dalam crust yang sudah dipanggang tadi, panggang selama 30 menit atau hingga filling matang/set. Aku sih pake tes tusuk.

Catatan:
1. Di oven aku, suhu aku set lebih tinggi dari resep, dan durasi memanggangnya lebih lama;
2. Panggang di rak tengah, api atas bawah;
3. Aku sudah beberapa kali bikin pie coklat ini, tapi yang kali ini DCC aku ganti couverture. Hasilnya, filling berasa agak pahit, tapi emang nyoklat banget! Cocok buat penggila coklat seperti saya :D

image

Pinggirnya kurang rapi. Terakhir browsing, ternyata itu bisa dirapiin pake pantatnya cup

image

Foto versi percobaan terdahulu. Permukaan pecah-pecah karena suhu oven terlalu panas

image

Versi percobaan terdahulu setelah dipotong, aku siram lagi coklat ganache

Selamat mencoba! Resep dijamin jujur. Resep sama, beda tangan, hasilnya bisa beda ya..
Kalo belum berhasil, coba lagi!
Dadah!! ^^

Tuna Melt Pizza

Standard

Ternyata penyebab si pizza crust terlalu lembek adalah kurang mateng. Suhunya kurang tinggi. Akhirnya menemukan metode memanggang pizza yang tepat. Suhu di ovenku, aku pake oxone jadul warisan Mama, aku set satu level di bawah 250 C, rak paling bawah, 15 menit. Udah cocok dengan metode ini, rotinya udah set tapi tetap empuk. Emang masih lemas karena adonan rotinya digilas tipis untuk menuhin loyangnya yang berdiameter 26 cm. Soalnya, menurutku, pizza itu lebih afdol kalo rotinya dibikin tipis.

Well, anyway, resep pizza crust-nya sama dengan pizza crust yang udah pernah aku posting di sini, cuma topping aku pake tuna. Resepnya dari berbagai sumber. Ini dia..

500 gr tuna segar yang sudah dibersihkan, lumuri perasan jeruk nipis, cuci lagi hingga bersih agar asem jeruknya ga nempel, sekedar menghilangkan bau amis, lalu kukus hingga matang. Buang tulang dan kulit, lumat dagingnya hingga hancur
1 sdm penuh susu kental manis (optional, boleh diskip kalo ga suka. Ini kupake karena mayoku terlalu asem. Kurang cocok di lidahku)
200 gr mayonaise
1 bongkol jagung manis segar. Pipil. Rebus hingga matang.
200 gr keju mozzarella

Cara membuat topping:
Aduk rata tuna, skm dan mayo. Sisihkan

Saos tomat:
250 gr tomat merah segar
1 bh bawang bombay ukuran kecil, cincang
1 siung bawang putih, cincang
4 sdm saos tomat. Resep asli pake pasta tomat, tapi aku ga punya
1 sdm gula pasir (kalo kemanisan, bisa dikurangi sesuai selera)
1/2 sdt garam
1/2 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk
1/2 sdt oregano
1/2 sdt basil
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Cara membuat:
1. Rebus tomat, kupas kulit, blender. Sisihkan.
2. Panaskan minyak, tumis bawang putih dan bombay hingga layu dan harum alias caramelize;
3. Masukkan tomat yang sudah diblender, saos tomat, gula, garam, merica, pala, aduk rata hingga mengental;
4. Masukkan oregano dan basil, aduk rata. Hirup-hirup sekira udah harum dan saos udah kental, matikan api. Saos sudah matang.

image

Saos tomat sudah matang, siap digunakan

Penyelesaian:
1. Tata pizza di atas loyang, diamkan 10 menit. Aku ga punya loyang pizza, jadinya pake loyang bunder diameter 26. Satu resep ini aku pake 2 loyang;
2. Oles tipis pizza crust di loyang dengan minyak goreng, oles dengan saos tomat, tabur separo mozzarella, tabur tuna mayo, tabur jagung, tabur sisa mozzarella;
3. Panggang selama 15 menit, suhu 200-250 C (tergantung oven), rak paling bawah. Keluarkan, potong-potong, sajikan hangat bersama sambal botol. Pizza ini sudah lezat, tapi si sambal botol menambah kenikmatan. Yum!

image

image

Pengen ikut ngebaking juga ^^


image

image

Siap dipanggang


image

Siap disantap

Pesanan Oleh-oleh Buat yang Lagi Mudik

Standard

Di long week end tanggal 18 April lalu, ‘Si Doyok’ nyempetin mudik singkat. Pas baru nyampe, doi udah sounding-sounding pengen dibikinin kue buat oleh-oleh. Buat Raffa dan Maminya juga. Akhirnya kuputuskan untuk membuatkan choco chip cookies, roti water roux dan pizza. Nah, biar ga keteteran, kerjanya dicicil. Jadi choco chip cookiesnya aku bikin di hari Jumat, topping pizza saos daging bolognaise-nya aku siapin Sabtu sore. Dan rotinya dikerjain Minggu dini hari, karena pesawat Fadly jam 11.35 siang, which is harus berangkat jam 10 dari rumah. Iya dooong, Balikpapan gitu, pesawat jam segitu, berangkat jam segitu mah sempeeet :D
Apasih! Nda penting betul!

Mo bahas satu-satu tentang resepnya nih. Jadi ceritanya aku telah memodofikasi resep yang biasa aku pake. Untuk cookiesnya, jika biasanya takaran mentega aku sepenuhnya pake butter hollman, selidik punya selidik, katanya kombinasi masing-masing 1/3 blueband, hollman, dan wjsman akan bikin cookies jadi leker banget. Karena ga pake wjsman melainkan anchor, jadi 210 gr takaran mentega di resep choco chip cookies aku pake masing-masing 70gr blueband serbaguna, hollman, dan anchor.

Hasilnya? Betulan leker! Renyah, manis, gurih, butternya wangiiiiii. Hasil kombinasi ini bahkan lebih leker jika menggunakan full anchor. Karena ternyata, si hollman ini punya fungsi sebagai penguat aroma butter. Jadi hollman itu bukan pure butter kali ya, karena fungsinya justru memperkuat aroma butter. Kabar gembira juga karena aku bisa menghemat biaya butter untuk hasil yang lebih memuaskan.

Jadi di awal banget bikin cookies ini, aku pake full anchor. Hasilnya memuaskan. Cookiesku enak. Cita rasa wangi dan gurih khas butter itu dapet. Nah, lain waktu, pas nemu butter curah bermerk hollman, aku ganti ke hollman yang harganya kebih murah. Harap-harap dapet hasil yang sama dengan biaya produksi lebih murah, ternyata hasilnya ga sesuai harapan. Rasanya flat manis nyoklat. Wangi dan gurih butternya ga dapet. Sempet heran juga, karena menurut orang rumah, cookies pake full hollman itu rasanya ga beda dengan cookies yang pake full anchor. Aku juga awalnya ga yakin, tapi trus dari internet dapet info kalo kombinasi margarin, hollman dan butter bisa bikin cookies lebih enak, langsung aja aku praktekkin. Dan hasilnya terbukti! Sukses leker!

Tenyata bener, hidung sama lidah itu ga bisa dibohongin. Mereka sigap menangkap rasa dan aroma yang berubah dari penerapan resep yang berubah pula. So, tampaknya aku akan stick dengan resep choc chip cookies yang memakai 3 lemak kombinasi ini. Okeyes!

Kalo gitu bolelah aku tulis lagi resepnya yang aku dapet dari sini. Makasi yaaa, Mbaknya yang punya resep. Semoga barokah dunia akherat. Amin.

250 gr gula pasir (kublender dulu biar cepet ngocoknya. Sumber pake 275 gr, resep asli pake 335 gr)
2 butir telur
25 gr vanili ekstrak (aku pake 2 sdt vanila pasta)
210 gram butter ( aku pake blueband serbaguna, hollman dan anchor, masing-masing 70 gr, dalam keadaan dingin keras dari kulkas)
350 gram terigu protein rendah (aku pake kunci biru)
25 gr maezena
5 gr baking powder
375 gr choc chip (kebanyakaaannn… 350 gr sajalah :D)

Carrranya:
1. Panaskan oven suhu 170 C (di ovenku, aku puter ke 2 level di atas 150 C), api atas bawah. Siapkan loyang, oles tipis margarin.
2. Masukkan gula dan telur. Kocok rata sampe memutih dan gula larut. Di aku gulanya ga larut yak, tapi gpp, yang penting nanti sebelum dipanggang, pastikan tercampur rata.
3. Setelah gula larut dan telor memutih, masukkan vanila, aduk rata. Sisihkan.
4. Aduk rata tepung dan butter hingga jadi butiran. Sumber ngaduk hati-hati pake tangan, dibalur tepung, menghindari tangan bersentuhan langsung dengan butter. Suhu tubuh bisa membuat butter meleleh, cookie bisa gagal renyah. Aku, ngaduk pake centong nasi kayu. Well, kayu ga bisa menghantar panas kan..
5. Setelah jadi butiran, masukkan maezena dan baking powder, aduk rata. Masukkan adonan telor – gula, aduk rata. Masukkan choc chip, aduk rata.
6. Bentuk adonan menggunakan 2 sendok. Aku pake sendok teh, hasilnya lebih kecil dan lebih renyah. Tata di loyang, beri jarak karena adonan akan melebar;
7. Panggang di rak tengah selama 15 – 20 menit (ovenku 25 menit) atau hingga kecoklatan. Dinginkan di rak kawat (dalam hal ini, alas kukusan, hohoho). Simpan dalam wadah tertutup rapat.

image

Choco chipnya pake takaran boros :D

image

Siap dipanggang..

Supaya mentega di adonan ga meleleh di suhu ruang, selama nunggu cookiesnya dipanggang, adonannya aku simpan di kamar berAC. Karena kalo meleleh, cookies bisa gagal renyah.

image

Hindari kontak langsung tangan dengan adonan. Gunakan sendok untuk membentuk adonan. Biar aja bentuknya kayak lempung, tar bunder sendiri kok kalo udah dipanggang

image

Alas kukusan dijadiin pengganti rak kawat hihihi

Selanjutnya bikin pizza. Resepnya udah pernah aku tulis di sini. Seperti biasa kita butuh daging dan tomat merah segar untuk si sedap saos bolognaise. Kali ini aku pake 250 gr daging sapi segar dan 250 gr tomat. Tapi dagingnya kebanyakan euy. Lain waktu pake 200 gr saja.

image

Nothing but red fresh tomatoes cap traditional market :D

image

Memilih daging segar yang diblender sendiri, ketimbang daging giling di supermarket. Blend pake mode pulse ya..

Keju mozzarella-nya juga aku ganti, biasanya pake greenfield, kali ini pake mozzarella cap TBK Violet. Halal, yes. No worries.

Adonan roti pake metode water roux, karena sekalian mo bikin roti abon juga. Sayang, ternyata roti water roux terlalu lemas kalo dibikin pizza. Ga tau ya, susah ditanganin, jadi leyot gitu pas diangkat. Lain kali pake resep roti pizza yang biasa lagi aja lah, rotinya lebih kokoh.

Trus, ada yang aneh juga sama mozzarella-nya nih. Okelah, harganya juga cuma 30,000 untuk ukuran 200gr, dibanding greenfield yang 43,000 untuk ukuran yang sama. Tapi mozzarellanya TBK violet ini ko ga sekuat rasa greenfield ya. Rasa kejunya kalah sama rasa saos. Masa iya buat dijual aku harus pake greenfield yang cuma tersedia di supermarket dengan harga segitu mahal..well eniweeeiiii..kita pamer dulu hasil jepret-jepretnya..

image

Fresh from the oven. Minim cahaya, masih subuh soale..

image

Walau kejunya ga berasa dan rotinya terlalu lemas, rasanya, Ya Allah, nagih..

image

Bingung juga waktu mo dipindahin ke piring. Lemes banget rotinya, mak. Tapi enyaaakkkk, masih hangat, satu potong udah pindah ke perut Fadly

Next, kita punya roti abon andalan. Lebih gampang karena cuma dibentuk bulet, ga perlu digulung. Pemakaian abonnya juga lebih sedikit. Tapi roti gulung itu lebih cantiiiikkkk..

image

Udah di-pack, siap dibawa terbang ke Jekardah. Paduan lembutnya roti water roux, gurih asam manisnya mayonaise, dan sedapnya abon..ah, nagih bingit inih

image

Jamesha udah siap mo anter Uncle ke bandara. Hari minggu itu dilanjut ke kondangan.

Selesai tugasku di akhir pekan itu. 2 malam berturut-turut kurang tidur. Bangunnya cepat terus. 2.30am. Tapi ya senang. Bisa nge-baking dengan hasil yang memuaskan itu senaaang banget! Ga cukup pake kata-kata aja. Karena tiap tahapnya dilakukan dengan cinta #tsssah

Coba-coba Water Roux

Standard

Subuh-subuh jam setengah 4 aku sudah beranjak bangun dan memulai ritual hamburin dapur. Hihihihiii. Kali ini mo coba bikin roti empuk pake metode water roux. Resepnya ambil dari sini. Terimakasih, Mbaknya..semoga dapat pahala yaa *sun

Oce, langsung saja ini resepnya…

Water Roux:
25 gr tepung protein tinggi
125 ml air

Cara buat:
Aduk rata tepung dan air pake hand whisker. Panaskan di atas api kecil sampe berubah jadi pasta berwarna putih susu. Jangan sampe berubah jadi abu-abu yaa, nanti ga bisa dipake lagi. Biarkan dingin hingga saat akan digunakan.

Roti:
375 gr terigu protein tinggi
100 gr terigu protein sedang
1 bungkus fermipan kemasan 11 gr
75 gr gula kastor (aku pake 80 gr gula pasir biasa)
35 gr susu bubuk
1 sdt vanila susu l’arome
1 sdt Garam (aku ga pake)
2 kuning telur
Water roux
150 ml air (aku pake air matang biasa)
50 gr butter suhu ruang (aku pake 4 sdm butter hollman dari kulkas, masih agak keras)

Bahan polesan, aku pake satu putih telur dikocok rata bersama 1 sdm susu cair. Lumayan bikin permukaannya mengkilat.

Caranya
1. Masukkan » tepung, fermipan, gula, susu bubuk, vanila, kuning telur, water roux. Aduk rata. Aku pake mixer kesayangan, Bosch. Aduk sebentar pake mode pulse asal kecampur aja.
2. Masukkan air. Perhatikan kondisi tepung. Aku pakenya sama kayak di resep, 150 ml. Aduk terus, tingkatkan kecepatan hingga kecepatan 3.
3. Setelah setengah kalis, masukkan butter. Uleni terus sampe kalis elastis.
4. Bulatkan adonan, taruh di baskom yang telah dioles margarin. Tutup dengan serbet. Diamkan hingga mengembang 2x lipat, sekitar 30-45 menit;
5. Siapkan oven. Panaskan di suhu 200 C, api atas bawah, rak tengah.
6. Kempiskan adonan, uleni lagi sebentar sampe gasnya habis. Adonan siap dibentuk. Tata di loyang yang telah dioles margarin, diamkan lagi 30-45 menit (proofing kedua)
7. Panggang selama 15 menit. Kalo mo lebih licin permukaannya dan lebih wangi, panas-panas bisa langsung dipoles mentega. Hhhmmmm…seddaaappp.

Aku membagi adonan ini jadi 16 bagian. Isiannya bisa sesuai selera aja: dark chocolate dicincang, meses, keju, sosis, atau abon. Kali ini aku pake yang bahannya tersedia di rumah, ada meses, keju parut, selai kacang, abon. Dan, karena ga ada sosis, aku pake crab stik sintetis aja. Monggo browsing-browsing sendiri aja cara ngebentuk rotinya ya, Buibu..

image

Hasil akhir roti ini ternyata beda dengan roti yang resepnya biasa aku pake. Roti ini lebih lembuuuttt, lebih empuk, lebih moist (maksimal waktu pemanggangan 15 menit di suhu 200 C. Pernah kelebihan 5 menit, langsung berasa kering. Masih empuk tapi ga moist). Dan yang pasti eggless ya. Soalnya untuk takaran 500gr tepung cuma butuh 2 kuning telur saja. Sedang, di resep yang biasa aku pake, kalo 500gr ya butuhnya 4 kuning telur. Selain itu juga lebih sedikit mentega. Tapi ada tambahan vanila susu yang harganya emang agak mahal (12,500/25gr. Mak! Mihilnya!)

image
image
image

image

image

Masih empuk setelah 2 hari! Sumpah!! Simpan di wadah tertutup yaa :D

Dan kayanya aku bakal stick dengan resep water roux inih ^^

Selamat mencoba! Kalo mo dipraktekkin silakan. Satu resep, beda tangan, bisa beda hasil yaa..Tapi kalo ngga sempet, silakan bisa pesen ke aku yaa…tetep jualan :D

Welcome, Pak Bosch

Standard

Alhamdulillah, akhirnya memantapkan diri untuk beli mixer Bosch. Meski harganya bikin kantong kering, tapi no other way, aku butuh mixer tangguh untuk mengulen adonan roti. Prosesnya cukup cepat sebenernya, tapi di aku, namanya belanja online selalunya jadi penantian yang paaaanjang. Jadi aku mulai pemesanan di hari Senin. Hari Kamis barang di kirim, tiba di rumah hari Sabtu. Lebih cepat dari perkiraan, yang semua estimasi durasi pengiriman selama 3-5 hari kerja. Alhamdulillah, Pak Bosch tiba di rumah dengan selamat tanpa kurang suatu apa. Lengkap dengan bonus wajan stainless steal yang bisa difungsikan juga sebagai kukusan, wadah blender (Si Pak Bosch juga bisa berfungsi jadi blender), dan spatula.

Dan hari ini, mengobati rasa penasaran, langsung kupake bikin roti manis menggunakan 2×500 gr tepung. 500 gr pertama roti manisku, 500 gr berikutnya donat ubi kuning andalannya mama. Kalo si phillips dipake ngulen segini tepung, dijamin sukses! Sukses berasap.

Alhamdulillah, rotinya jadi. Kalis elastis semfurna seperti yang diharapkan. Percobaan pertama ini aku puas banget. 1 kg tepung tanpa cape, tanpa ribet. Ribetnya cuman di acara cuci mencuci perangkat adukan dan mangkok. Karena banyak sekat-sekat yang ga terjangkau sponge. Tapi kalo telaten sih gak masalah ya. Over all, this mixer is really worth to buy deh. Meski harganya..ah, sudahlah nda usah ngebahas harga. Yang penting bakulan roti bisa lancar mulus kayak jalan tol. Amiiin.

image

Well, eniweeiii, ini dia anggota baru keluarga kami. Welcome, Pak Bosch :D

Roti Manis (lagi) : caraku menghasilkan roti empuk dari dapur yang terporak poranda

Standard

Iya, kalo udah sibuk bereksperimen di dapur, Mama yang suka manyun-manyun liat dapur ancur lebur heheeeeheeee. Dasar anak bandel, bisanya ngeberantakin aja. Padahal cuma bikin roti seperempat kilo, berantakannya seisi dapur. Maafin anakmu ini ya, Mah *sungkem :D

Tapi berkat hambur-hamburin dapur inilah, aku jadi kepedean buat jualan kue. Karena hasilnya emang ga malu-maluin sih. Malah membanggakan *mintadikeroyokin

Yes, of course, homemade – which is, it has been done by the hand of love. Love to the family- soft sweet bread with no bread improver, who’s dare to refuse? Parents also can feel secure to feed their kiddos with this kind of my bread hehehee..

Tapi tetep, roti ini jangan keseringan yaa. Tinggi gluten, susah cerna. Kasian pencernaan. Sesekali sokeylaahh..manjain lidah sesekali, sokeeyyy…

Lanjut. Kita bisa bikin roti empuk, soft dan moist tanpa bread improver. Karena masakan-masakan saya pastinya akan saya sajikan untuk Jamesha, sebisa mungkin saya menghindari pemakaian bahan-bahan tambahan seperti bread improver dan emulsifier. Selain juga, afaik, di negara lain penggunaan bahan-bahan ini sudah dilarang karena ga baik untuk kesehatan.

Singkat kata singkatan cerita, kunci bikin roti empuk adalah (dan ini berdasarkan pengalaman pribadi aja):
1. Perhatikan takaran air. Jangan stick sama resep karena kelembapan tiap tepung beda. Air yang kita butuhkan bisa jadi lebih sedikit atau lebih banyak dari resep;
2. Adonan roti yang ideal (imho) adalah yang tidak lengket. Mungkin sering didapat adonan roti yang agak lengket, asal bisa dengan balur tepung adonan jadi nurut, menurutku ini gak papa. Tapi kalo udah dibalur tepung dan adonan masih lengket dan susah ditaklukkan, mungkin airnya kebanyakan. Mau ga mau ya ditambah tepung sampe ga lengket lagi. Kemudian, adonan harus elastis. Cek elastis dengan ditipisin hingga nyaris transparan. Kalo ga sobek, berarti adonan sudah elastis dan siap lanjut ke tahap proofing.
3. Ketika adonan sudah tampak lembut, lunak, kalis (ga lengket) dan elastis, biasanya, adonan akan mudah dibentuk-bentuk. Permukaannya mulus licin seperti di gambar. Jika sudah begini, bisa dipastikan roti bakal soft, moist dan empuk. Siapa butuh bread improver?
4. Selalunya, untuk proses pemanggangan aku set suhu di 200 C, api atas bawah, rak tengah, selama 15 menit. Jangan terlalu lama memanggang karena roti bisa mengering dan keras.

image

Siap di-proofing

image

Setelah proofing pertama, didiamkan selama 1 jam. Adonan membesar 2-3 kali lipat

Setelah proofing pertama, ulen lagi sebentar hingga gasnya keluar semua. Adonan siap dibentuk. Pastikan setelah proofing, adonan dikempesin lagi ya, biar ga kopong di hasil akhirnya. Kalo kopong ini maksudnya, tampilan roti jadi kayak berkulit kempot-kempot gitu. Itu karena kopong alias ada bolong di dalam.

Setelah dibentuk, adonan masuk tahap proofing kedua. Nah proofing kedua ini ga usah dikempesin lagi dong, karena akan langsung masuk oven. Pastikan oven sudah betul-betul panas ya. Panasin dulu sekitar 20 – 30 menit sebelum adonan dipanggang.

image

Taddaaa! Ini si manis isi coklat keju. Masih hangat baru keluar oven :D

Kayanya segitu dulu cerita tentang roti yang jadi resep andalanku. Kalo masih ada yang kelewat ato lupa, nanti kutambah lagi. Oiya, resepnya udah pernah aku posting di sini. Cek aja. Secara, blogku ini isinya masih seiprit hahahaaa