Maaf, Aku Ga Ikutan Acara Peringatan Kematian

Ma, maapkan anakmu ini yg ga bisa nyupirin ke acara peringatan 1 tahun kematian seorang kerabat kita. Aku takut ma. Takut Allah murka. Jika semua tergantung niat, buat apa ada aturan? Buat apa ada dalil? Islam itu kadang ga pake logika, tapi pake dalil.

Maap harus ngebiarin Mama jalan kaki sendirian, malam-malam begini. Mama kan ngerti, tolong menolong dalam kemungkaran adalah dilarang. Maap Ma, semoga Mama ngerti sikapku ini. Tak lain hanya ingin taat kepada Allah.

Ya Allah, semoga Engkau mengampuni aku sudah bikin mama kecewa..

Apalah Ini Share Info Cyantiikk

Bukan iklan, bukan promo, bukan ge-er juga. Kemaren ber-cheating day sama mba siska and she said that muka aku bersih, halus.

Suer deh, pernah ngalamin yg dulu kulit muka berasa kering, trus dikit-dikit jerawat sebiji-2biji muncul, trus kusem kumus-kumus gitu kayak ga pernah pake pelembap.

Ga tahu deh, ceritanya mo share info cantik aja. Tapi lately aku tuh pake pembersih muka milk cleanser sama toner-nya wardah. Jadi bersiin muka 2x sehari. Pake milk cleanser dulu, trus cuci muka (aku pake sabun mandi bayi yang jonson-jonson varian rice and milk), trus pake toner, trus pake pelembap.

Klo rangkaian perawatannya pake LBC. Krim siang, malam, tirai-nya. Trus peeling-nya di LBC juga. Peelingnya sempet sekitar 2-3 kali aja, trus belum pernah peeling lagi.

Emang setelah pake milk cleanser ini, muka tuh berasa halus kenyal gitu. Awalnya ga sengaja. Mo ambil toner, pas sampe rumah ternyata milk cleanser. Udah aja diterusin pakenya. Skr udah habis sebotol, setelah dipake bbrp bulan. Awet juga. Pakenya secukupnya aja, ga usa sampe bleberr. Rencana mo beli lagi krn yg sebotol itu udah abis.

Mungkin kuncinya emg di pembersihan kali yaa..disamping pernah bbrp kali peeling juga di LBC, tapi itu juga ga rutin.

So, yang kulit wajahnya agak-agak bermasalah sama kering dan kusam, mungkin cara aku bisa dicoba.

Catatan: kulit aku ga putih, dan ga pernah pake perawatan dan mutih2in. Tujuannya adalah cuma buat lembap dan bersih dan ga kusam aja. Ga usa putih2, soalnya dari orok udah sawo mengkal hehehee…

Kemudian, hati2 penggunaan kapas. Jangan digosok keras. Lembut aja. Soalnya katanya kalo digosok keras bisa meninggalkan flek nantinya. Cmiiw.

Udah gitu, make up yg aku pake cuma lipstik yang warna natural, hampir mendekati rona bibir aja. Ga pake bedak, eye liner, maskara, dan apalah-apalah make up gadget lainnya. Why? Just because I’m simply looks older even with soft and light make up. So I’m leaving the make up behind. :D

Ya udah segitu aja.

C’est La Vie

Inilah yg terjadi ketika suatu perkara haram namun sudah sangat-sangat lumrah dilakukan. Ketika kamu mengingatkan bahwa perkara itu haram menurut quran dan hadist, bukan tidak mungkin kamu akan mendapat komentar-komentar miring. Sungguh miris komentar miring tersebut justru keluar dari orang-orang paliiiiiiing dekat :D
Well, mengutip hadist riwayat muslim, bahwa Islam akan datang dalam keadaan asing dan akan kembali dalam keadaan asing pula, maka beruntung lah orang-orang asing.

Klo org belum paham, hadist riwayat ini mungkin hanya akan terbaca sbg barisan kalimat biasa. Namun jika dia paham bahwa ini adalah sabda Rasulullah…manussia paling mulia, idola kita semua, yang merindukan kita, mendoakan kebaikan untuk kita di 14 abad yang lalu meski kita belum ada di dunia; tentu ga perlu keluar komentar miring dari mulutnya.

Lebih baik jadi ‘alien’ di mata manusia tapi mulia di mata Allah, daripada melumrahkan perkara haram, terlihat biasa di mata orang lain tapi dibenci Allah.

Aku bersaksi tidak ada Tuhan selain Allah, dan aku bersaksi Muhammad adalah Rasul Allah. Jika sudah mengikrarkan dan meyakini kalimat ini, harusnya ikut. Ikut cinta apa yang dicintai Tuhannya dan Rasulnya, dan ikut benci pula apa yang dibenci Tuhannya dan Rasulnya.

Tdk perlu berkomentar miring tentang suatu sikap atau statement tertentu yang mungkin maksud utamanya adalah mengajak pada kebaikan. Apalagi jika sikap tersebut disampaikan dengan santun tanpa maksud menyinggung pihak man a put. Sebelum komentar, baca baca baca dulu. Even komentar itu mau disampaikan atau cuma mau disimpan dalam hati, baca baca baca dulu..

Jika pernah menyimak kisah saudara kita para mualaf, mungkin cobaan yang pernah mereka hadapi lebih berat. Entah dikucilkan atau bahkan sudah tidak dianggap keluarga. Tidak dianggap anak, tidak dianggap saudara kandung, tidak dianggap suami/istri lagi. Memandangnya, sebagian kita mungkin bisa maklum,
“Ga heran, memang lingkungannya bukan Islam, wajar jika masih ada yang belum paham”.
Namun sungguh miris jika seorang muslim, lahir dan besar di lingkungan muslim, sedang mencoba hijrah, dan harus menelan komentar miring dari kerabat yang paliiiiiing dekat. Dunia akan mempertanyakan keIslamanmu jika garis lurus kamu anggap garis keras. Well, c’est la vie :D

Semoga Allah mengumpulkan kita semua, keluarga, saudara, dan sahabat di surga Allah yang indah nan abadi. Aamiin. Pada dasarnya, siapa pun dia, setiap manusia berada di jalan untukmenjadilebihbaik meski dengan cara yang berbeda-beda. No

Engga. Aku ga cengeng ko. Ga sensi juga. Cuma lagi PMS aja..

Kalo lagi seneng inget Allah mulu. Giliran lagi susah, sakit hati. Ga mau inget. Ngeluh hidup ga adil. Ngeluh nasib apes mulu. (Sepertinya begitu)

Udah semangat 45 mo anter pesanan kue. Lupa panasin mobil dari pagi. Mobilnya bermasalah sama listriknya. Kalo mau tetep nyala, pagi2 harus udah dipanasin. Aki sih belom soak, masih baru, cuma mungkin ada masalah sama koneksi listriknya. Dan ga bisa di stater. Mama sakit ga bisa bantu dorong. Warungnya bapak resti tutup. Tiba2 aku kesal.
Saking kepikiran, abis solat, solat dzuhur yang telat (jam 2), ga berdzikir. Abis salam langsung berdiri, lsg ke garasi, nyoba di starter lagi. Failed.
Lsg nangis, lsg jengkel kenapa nasib begini apes. Seandainya…seandainya..banyak andai2 yang tiba2 melintas yang kayanya cuma ada di awang2 dan ga tahu kapan dijawab.
Lsg sakit hati, marah, sedih.
Saking jengkelnya sampe ga tahu baca2 apa biar inget Allah. Ga tahu. Otak isinya udah marah aja.

Life is so unfair

I cannot take this anymore

Negative mind will never bring positive live. Being around with negative mind person, well, that is called “derita loe”. Enjoy! XD

Anyway, a bad day will always be a bad day. No other way, you have to go thru it just to see the next better day.

Sweet Potato Soft Bread aka Roti Ubi

Karena roti kentang sudah terlalu mainstream :D

Akhirnya nemu resep roti ubi yang top margotop maklegender! Setelah uji coba beberapa kali. Yang pertama, resep roti manis ala Natural Cooking Club trus aku tambahanin pure ubi. Hasilnya? Adonan terlalu berminyak, mungkin kebanyakan susu dan margarin, lalu roti bergerak mimpes saat dingin. Akhirnya aku kurangin takaran gula (karena pake ubi kuning yang sudah manis), susu dan margarin. Dan jadilah resep ini. Hasilnya, persis seperti yang aku harapkan. Roti yang empuk, moist. soft dan manis alami dari ubinya. Ngembangnya juga kokoh, ga mimpes saat dingin seperti di percobaan pertama.

Baiklah, ini resepnya

500 gr tepung cakra

200 gr ubi segar yang sudah dikupas dan dipotong-potong. Kukus, haluskan. Untuk menghasilkan pure ubi yang halus dan adonan yang bebas grindilan, saya menggunakan saringan.

75 gr gula pasir

50 gr susu bubuk

4 kuning telur

11 gr fermipan

3 gr bread improver (optional, bisa di-skip kalo ga ada)

100 ml air es

75 gr margarin

½ sdt garam

Caranya:

  1. Masukkan semua bahan kering + pure ubi kecuali garam dan margarin;
  2. Masukkan air perlahan sambil diuleni hingga setengah kalis;
  3. Masukkan margarin dan garam, lanjut uleni hingga kalis elastis. Aku pake mixer bosch, sekitar 10-15 menit, adonan sudah kalis elastis dan siap di-proofing. Permukaan adonan akan tampak licin, dan tidak mudah sobek saat ditipiskan hingga nyaris transparan;
  4. Bulatkan, taruh di dalam baskom yang sudah dioles tipis minyak goreng atau margarin, tutup lastik wrap atau serbet lembap, diamkan selama 1 jam atau hingga kembang 2x lipat;
  5. Kempiskan, uleni lagi sebentar, bagi adonan menjadi beberapa bagian sesuai selera. Baginya jangan disobek loh ya, tapi dipotong pakai pisau atau apa saja yang bisa memotong adonan roti. Karena aku suka roti yang besar-besar, adonan aku bagi menjadi 16 bagian, masing2 aku timbang beratnya sekitar 72 gr;
  6. Bentuk dan beri isi sesuai selera. Aku suka dibentuk bulat untuk burger bun, atau bulat lonjong untuk floss bun, atau digulung untuk cinnamon sticky bun, atau diisi selai kacang + coklat meises, atau keju parut + coklat meises. Tata di loyang yang sudah dioles margarin. Diamkan lagi 30 menit;
  7. Panggang dalam suhu 180 – 200 °C selama 15 – 20 menit atau hingga golden brown.Keluarkan, sajikan. Jika ga habis dimakan dan mau disimpan, simpan di wadah tertutup rapat biar ga kering.

Dan inilah penampakan roti ubi yang sudah jadi…

image

Varian cinnamon roll bun

image

Varian floss bun. Oversized :D

Selamat mencoba ^ ^

Sukses Bikin Sus Mekar

Sekian lama aku berkutat sama kue sus, belum pernah merasa puas dengan hasilnya. Mekar sih mekar, tapi ko mekarnya kaya ga maksimal gitu. Hingga suatu sore, aku mendapati susku mekar membul menul! Seperti mimpi indah yang jadi kenyataan! Hihihiiii

image

Siapa yang ga sumringah mendapati susnya gendud membul menul begini?!

Dari banyak tips yang di-share para blogger, kayanya sih belum pernah ada yang menuliskan ini. Mereka memang menuliskan “bahan segar”, tapi tidak “telur segar suhu ruang”. Yup! Ternyata rahasia yang aku temukan adalah pada si telur. Jadi, pastikan kamu menggunakan telur ayam segar bersuhu ruang. Jangan pake yang sudah dingin dari kulkas. No no! Kecuali telur sudah dikeluarkan hingga setara suhu ruang.

Baiklah, aku tulis lagi deh resepnya, biar makin expert bergaul sama kue sus ini, tanpa kursus, cukup bereksperimen sendiri di rumah. Aku udah cocok banget sama resep ini dan pada akhirnya kita jadi ga butuh baking powder. Tepung juga pake yang segitiga biru aja.

200 ml air
1 sdm gula pasir
1/4 sdt garam, atau kalo di aku, seujung jari saja
100 gr margarin
125 gr tepung terigu (ayak)
3 butir telur segar suhu ruang ukuran besar

Caranya:
1. Masukkan air, gula, garam, margarin. Masak hingga mendidih sempurna;
2. Masukkan tepung, kecilkan api, aduk cepat merata hingga adonan kalis. Angkat. Dinginkan;
3. Masukkan telur, kocok rata hingga adonan tercampur rata, berubah menjadi pasta lembut dan licin, dan bisa di-spuit. Gunakan mixer berkecepatan rendah;
4. Panaskan oven 200°C;
5. Spuit adonan di atas loyang yang sudah disemir margarin;
6. Panggang hingga golden brown, kurang lebih 20-25 menit;
7. Keluarkan, dinginkan di rak kawat.

Catatan:
1. Seperti yang sudah aku uraikan di atas, gunakan hanya telur segar suhu ruang. Untuk resep ini aku menggunakan 3 butir telur ukuran besar. 4 jika telurnya kecil;
2. Masukkan telur ketika adonan tepung sudah benar-benar dingin atau sudah tidak beruap panas lagi. Ketika adonan di kompor sudah kalis, angkat, lalu bantu hilangkan uap panas dengan dikocok mixer kecepatan rendah. Teruskan kocok hingga uap panas hilang dan adonan sudah mulai dingin. Jika adonan panas tidak dikocok, uap panas akan terkunci di dalam, membuat kadar air adonan menjadi tinggi dan sus gagal ngembang;
3. Kocok lepas terlebih dahulu semua telur, masukkan bertahap, jika adonan sudah berubah menjadi pasta lembut dan halus yang bisa di-spuit, hentikan penambahan telur. Karena aku sudah agak hapal ukuran telur yang biasa aku pake, telur bisa langsung aku masukin sekaligus tanpa kocok lepas;
3. Pada akhirnya aku konsisten memakai margarin saja. Banyak resep menggunakan butter, dari pengalaman, penggunaan butter bikin adonanku terlalu encer. Ketika di-spuit langsung melebeerr hehehe. Margarin sudah cukup bikin sus enak dan gurih kok. Pemilihan filling yang tepat akan tetap menghasilkan sus kualitas hotel! Hehehee
4. Untuk memanggang, aku menggunakan oven tangkring merk hock no. 3, rak paling atas. Nyalakan api besar, panaskan dulu selama 10-15 menit sebelumnya;
5. Tak lupa, di dasar oven aku kasi abu gosok. Mengikuti kiatnya dari banyak referensi tentang penggunaan abu gosok atau pasir di dasar oven, mereka membantu meratakan panas di dalam oven sehingga kue bebas berwarna gosong. Dan lihatlah hasil panggangan susku di bawah;
6. Aku menggunakan loyang kue kering bawaan oven. Selalu gunakan loyang ceper agar sus memperoleh panas maksimal secara merata;
7. Untuk membuat eclairs seperti yang aku bikin ini, aku menggunakan spuit kue lidah kucing, timpa hingga 3 lapis;
8. Saat sus terlihat sudah mulai mencoklat tapi buih masih banyak, turunkan panas api ke 180°C atau api sedang hingga buih habis atau setidaknya sudah tinggal sedikit. Jika akan memasukkan loyang berikutnya, jangan lupa ovennya dipanasin lagi ya;
9. Jangan coba-coba membuka oven selama proses pemanggangan;
10. Sabarlah dengan durasi memanggang yang lumayan lama. Aku belum berani memanggang 2 rak sekaligus karena dari pengalaman, sus di rak lain gagal mengembang sempurna. Melihat harga gas sekarang, durasi memanggang ini memang lumayan bikin ngenes yah;
10. Ayok, coba lagi ya. Gagal, coba lagi;
11. Satu yang aku pelajari, sering coba, lama-lama bisa, bahkan mahir;

image

Inilah yang aku maksud pasta lembut dan halus yang siap di-spuit. Seperti terlihat, adonan yang lengket di whisk-nya ga gampang jatoh

image

image

Lumayan, warnanya cantik. Ga pucat, ga gosong :D