Tentang Group Alumni

“Bismillah, teman-teman, maaf yaa, aku ijin left group yaa.. Maafkan hape jadul. Sehat-sehat kece yaa semua. Stay gorjes. Wassalamu’alaykum warrahmatullah. ๐ŸŒท๐ŸŒท”

Kemaren kok tiba2 ada yang invite group SMA. Langsung ijin left group. Ga berteman di dunia maya bukan berarti ga berteman di dunia nyata kan.

Hijrah itu juga tentang sikap. Ikhwan akhwat yang sudah ngaji pasti tahu betul bahayanya, fitnah besar, dari sebuah group alumni. Bahayanya tidak menjaga pandangan. Pandangan mata, pandangan hati.

Aku meninggalkan hal-hal yang sekiranya itu dilakukan suamiku kepadaku akan membuat aku tidak nyaman. Maka, ketika aku tidak nyaman suamiku masuk ke sebuah group alumni, aku pun meninggalkan group alumniku sendiri.

Aku ingin disayang, dihormati dan dihargai sebagai istri. Maka aku pun harus sayang, hormat dan menghargai suami.

Barakallahu fiikum, Mas. Semoga Allah selalu menjagamu. Semoga engkau menjadi imam yang akan membangunkan untukku dan anak-anak kita, rumah megah di surga kelak. Aamiin.

Tidak ada dayaku membolak-balik hatimu, pendirianmu. Hanya Allah yang punya daya dan kekuatan.

Laahaulaa wa laakuuwwata illa billah..

Duhai Para Suami… Jika Kau Tertarik Wanita Lain, Bacalah Nasehat Ulama Ini

#Copas

Ustadz Fuad Baraba Lc | 2 years ago 

Salah satu godaan pria yang telah menikah adalah ketika ada wanita yang tampak lebih cantik, lebih menarik, dan tampak lebih-lebih lainnya daripada istrinya.

Rumput tetangga kelihatan lebih hijau. Demikian kata pepatah yang agaknya menggambarkan godaan ini. Meskipun sejatinya wanita tersebut tak lebih baik dari istrinya sendiri, tidak sedikit pria yang kemudian salah langkah.

Bagaimana pria muslim menghadapi godaan tersebut? Berikut ini nasehat Ibnu Jauzi dalam kitab monumentalnya, Shaidul Khatir:

โ€œTerkadang seorang pria melihat seorang wanita yang ia merasa wanita itu lebih cantik dari istrinya. Dalam benaknya, yang muncul hanya hal-hal yang indah dan menarik dari wanita itu. Pikirannya hanya berisi sisi-sisi baik wanita itu. Lalu ia pun berusaha menikahinya.

Jika keinginannya itu tercapai, wanita itu telah menjadi istrinya, ia pun mulai melihat kekurangan yang selama ini tidak tampak dan tak pernah terpikirkan. 

Ia pun kemudian merasa bosan. Ada penyesalan. Ternyata istri kedua ini agamanya kurang bagus, atau cintanya jauh dari sempurna, atau kurang bisa mengurus rumah tangga. Sehingga apa yang tadinya dibayangkan tenggelam oleh kekurangan yang kini tampak nyata.

Karena itu, seyogyanya pria berakal itu konsentrasi pada istrinya saja. Ia meminta dan memfasilitasi istri untuk mempercantik diri. 

Setelah itu pejamkan mata dari mencari-cari kekurangannya. Insya Allah hatinya tenteram.โ€

Masya Allahโ€ฆ 

Demikianlah nasehat Ibnu Jauzi. Sebuah nasehat yang jika diamalkan, insya Allah para suami merasa puas dan bersyukur dengan istrinya dan tidak tergoda wanita lainnya.

Seperti โ€˜rumusโ€™ dalam Serial Cinta, pertama kali seorang suami memberikan perhatian kepada istrinya. Ia menerima apa adanya. Ia mensyukurinya. Dalam hal kecantikan, seperti apa kondisi istri disyukuri. Tetapi tidak berhenti di situ. Dilanjutkan dengan penumbuhan. Agar makin cantik dan membuat mata suami tak tergoda wanita lain, istri difasilitasi; kosmetik (hanya utk Suami, -pen), perawatan kecantikan, perawatan kebugaran, busana, dan sejenisnya.

Kalaupun sekali waktu tanpa sengaja ia bertemu dengan wanita yang menarik hatinya dan memancing syahwatnya, ia segera pulang untuk menemui istrinya sebagaimana sabda Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

ุฅูุฐูŽุง ุฑูŽุฃูŽู‰ ุฃูŽุญูŽุฏููƒูู…ู ุงู…ู’ุฑูŽุฃูŽุฉู‹ ููŽุฃูŽุนู’ุฌูŽุจูŽุชู’ู‡ู ููŽู„ู’ูŠูŽุฃู’ุชู ุฃูŽู‡ู’ู„ูŽู‡ู ููŽุฅูู†ูŽู‘ ู…ูŽุนูŽู‡ูŽุง ู…ูุซู’ู„ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ู…ูŽุนูŽู‡ูŽุง

โ€œJika engkau melihat seorang wanita, lalu ia memikat hatimu, maka segeralah datangi istrimu. Sesungguhnya, istrimu memiliki seluruh hal seperti yang dimiliki oleh wanita itu.โ€ 

(HR. Tirmidzi)
Wallahu aโ€™lam bish shawab.

admin BeDa.

http://www.salamdakwah.com/artikel/2633-duhai-para-suami-jika-kau-tertarik-wanita-lain-bacalah-nasehat-ulama-ini

Gigi Geraham atau Kerupuk?

Ibarat tubuh, kalau tulang punggungnya lemah. Bisa lemah juga organ-organ yang lain. Kalau pilotnya mabok, bisa viral di media massa. Maskapainya diskors ga boleh terbang lagi. Orang-orang juga ga mau lagi naik maskapai kita. Bubar perusahaannya. Karyawannya kocar-kacir seperti anak kucing kehilangan induknya. Ngeong sana sini, kedinginan ga tentu arah. Mencari perlindungan yang sudah tidak ada. Ancuurr!!

Mudik itu ga cuma siapin oleh-oleh dan tiket pulang pergi. Atau siapin uang baru buat salam tempel ke ponakan-ponakan. Tapi juga siapkan mental menghadapi keluarga besar kita yang masih awam. Kita yang dulu berbeda dengan kita yang sekarang. Kita sudah ga merokok, kita sudah ga isbal, kita sudah memelihara jenggot, istri kita juga sudah menutup wajah. Persiapkan diri kita menghadapi keluarga besar yang masih aneh melihat perubahan cara kita berpakaian. Jangan asal,

“Dek, cadarnya ga usah dipake dulu yaa, keluarga masih awam banget soale…”

Tapi siapkan diri sendiri juga. Diri sendiri sudah siapkah menolak jabat tangan dengan sepupu, ipar, tante dan lain sebagainya?

Ini tuh aqidah, akhlak. Prinsip hidup paling dasar yang sangat krusial. Sekuat apa kita mau genggam. Sekuat apa gigi-gigi geraham kita menggigitnya. Apakah lantas kita hanya selembar kerupuk, yang tiba-tiba melempem atas nama ‘ga enak’?

Semoga kita terlepas dari golongan orang-orang yang ketika di dunia malu, gengsi, ‘ga enak’, atau bahkan parahnya menolak serta mengolok sunnah-sunnah Rasul. Malu pelihara jenggot. Malu ga isbal. Malu panjangin jilbab. Malu tutup wajah. Ga enak menolak jabat tangan dengan kerabat bukan mahram. Atas nama, entah malu, ga enak atau apalah, mengabaikan perintah Allah dan sunnah Rasulnya. Tapi trus ketika di akherat, ngemis-ngemis meminta safaat kepada Beliau salallahu ‘alaihi wassallam. Naudzubillah, jangan sampe deh ya.

Semoga Allah merahmati kita, memudahkan kita beriman dan bertaqwa kepadanya. Memberkahi kita dengan suami-suami yang amanah, yang menuntun kita jalan menuju surga.

Allahumma a’inni ala dzikrika wa syukrika, wa husni ibadatik. Panjatkan doa ini setiap solat, di tasyahud akhir sebelum salam yah. Semoga Allah senantiasa melindungi kita. Mengampuni dosa-dosa kita. ๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข๐Ÿ˜ข

Aamiin.
NB: Di sini kalau sudah adzan, bahkan adzan subuh, ga bisa sedikit nyantai, mandi dulu, sekedar dandan ganteng pake wangi-wangian. Harus bergerak cepat. Karena adzan ke iqomahnya mepet beneeerr.