Sweet Potato Soft Bread aka Roti Ubi

Karena roti kentang sudah terlalu mainstream :D

Akhirnya nemu resep roti ubi yang top margotop maklegender! Setelah uji coba beberapa kali. Yang pertama, resep roti manis ala Natural Cooking Club trus aku tambahanin pure ubi. Hasilnya? Adonan terlalu berminyak, mungkin kebanyakan susu dan margarin, lalu roti bergerak mimpes saat dingin. Akhirnya aku kurangin takaran gula (karena pake ubi kuning yang sudah manis), susu dan margarin. Dan jadilah resep ini. Hasilnya, persis seperti yang aku harapkan. Roti yang empuk, moist. soft dan manis alami dari ubinya. Ngembangnya juga kokoh, ga mimpes saat dingin seperti di percobaan pertama.

Baiklah, ini resepnya

500 gr tepung cakra

200 gr ubi segar yang sudah dikupas dan dipotong-potong. Kukus, haluskan. Untuk menghasilkan pure ubi yang halus dan adonan yang bebas grindilan, saya menggunakan saringan.

75 gr gula pasir

50 gr susu bubuk

4 kuning telur

11 gr fermipan

3 gr bread improver (optional, bisa di-skip kalo ga ada)

100 ml air es

75 gr margarin

½ sdt garam

Caranya:

  1. Masukkan semua bahan kering + pure ubi kecuali garam;
  2. Masukkan air perlahan sambil diuleni hingga setengah kalis;
  3. Masukkan margarin dan garam, lanjut uleni hingga kalis elastis. Aku pake mixer bosch, sekitar 10-15 menit, adonan sudah kalis elastis dan siap di-proofing. Permukaan adonan akan tampak licin, dan tidak mudah sobek saat ditipiskan hingga nyaris transparan;
  4. Bulatkan, taruh di dalam baskom yang sudah dioles tipis minyak goreng atau margarin, tutup lastik wrap atau serbet lembap, diamkan selama 1 jam atau hingga kembang 2x lipat;
  5. Kempiskan, uleni lagi sebentar, bagi adonan menjadi beberapa bagian sesuai selera. Baginya jangan disobek loh ya, tapi dipotong pakai pisau atau apa saja yang bisa memotong adonan roti. Karena aku suka roti yang besar-besar, adonan aku bagi menjadi 16 bagian, masing2 aku timbang beratnya sekitar 72 gr;
  6. Bentuk dan beri isi sesuai selera. Aku suka dibentuk bulat untuk burger bun, atau bulat lonjong untuk floss bun, atau digulung untuk cinnamon sticky bun, atau diisi selai kacang + coklat meises, atau keju parut + coklat meises. Tata di loyang yang sudah dioles margarin. Diamkan lagi 30 menit;
  7. Panggang dalam suhu 180 – 200 °C selama 15 – 20 menit atau hingga golden brown.Keluarkan, sajikan. Jika ga habis dimakan dan mau disimpan, simpan di wadah tertutup rapat biar ga kering.

Selamat mencoba ^ ^

Sukses Bikin Sus Mekar

Sekian lama aku berkutat sama kue sus, belum pernah merasa puas dengan hasilnya. Mekar sih mekar, tapi ko mekarnya kaya ga maksimal gitu. Hingga suatu sore, aku mendapati susku mekar membul menul! Seperti mimpi indah yang jadi kenyataan! Hihihiiii

image

Siapa yang ga sumringah mendapati susnya gendud membul menul begini?!

Dari banyak tips yang di-share para blogger, kayanya sih belum pernah ada yang menuliskan ini. Mereka memang menuliskan “bahan segar”, tapi tidak “telur segar suhu ruang”. Yup! Ternyata rahasia yang aku temukan adalah pada si telur. Jadi, pastikan kamu menggunakan telur ayam segar bersuhu ruang. Jangan pake yang sudah dingin dari kulkas. No no!

Baiklah, aku tulis lagi deh resepnya, biar makin expert bergaul sama kue sus ini, tanpa kursus, cukup bereksperimen sendiri di rumah. Aku udah cocok banget sama resep ini dan pada akhirnya kita jadi ga butuh baking powder. Tepung juga pake yang segitiga biru aja.

200 ml air
1 sdm gula pasir
1/8 sdt garam, atau kalo di aku, seujung jari saja
100 gr margarin
125 gr tepung terigu (ayak)
3 butir telur segar suhu ruang ukuran besar

Caranya:
1. Masukkan air, gula, garam, margarin. Masak hingga mendidih sempurna;
2. Masukkan tepung, kecilkan api, aduk cepat merata hingga adonan kalis. Angkat. Dinginkan;
3. Masukkan telur, kocok rata hingga adonan tercampur rata, berubah menjadi pasta lembut dan licin, dan bisa di-spuit. Gunakan mixer berkecepatan rendah;
4. Panaskan oven 200°C;
5. Spuit adonan di atas loyang yang sudah disemir margarin;
6. Panggang hingga golden brown, kurang lebih 35-40 menit;
7. Keluarkan, dinginkan di rak kawat.

Catatan:
1. Seperti yang sudah aku uraikan di atas, gunakan hanya telur segar suhu ruang. Untuk resep ini aku menggunakan 3 butir telur ukuran besar;
2. Masukkan telur ketika adonan tepung sudah benar-benar dingin atau sudah tidak beruap panas lagi;
3. Pada akhirnya aku konsisten memakai margarin saja. Banyak resep menggunakan butter, dari pengalaman, penggunaan butter bikin adonanku terlalu encer. Ketika di-spuit langsung melebeerr hehehe. Margarin sudah cukup bikin sus enak dan gurih kok. Pemilihan filling yang tepat akan tetap menghasilkan sus kualitas hotel! Kualitasnya para Pastry Chef yang sebelum sehebat sekarang, mereka sekolah dulu kayak kuliah gitu hehehee
4. Untuk memanggang, aku menggunakan oven tangkring merk hock no. 3, rak paling atas;
5. Tak lupa, di dasar oven aku kasi abu gosok. Mengikuti kiatnya dari banyak referensi tentang penggunaan abu gosok dan pasir dalam oven tangkring, mereka membantu meratakan panas di dalam oven sehingga kue bebas berwarna gosong. Dan lihatlah hasil panggangan susku di bawah;
6. Aku menggunakan loyang kue kering bawaan oven. Selalu gunakan loyang ceper agar sus memperoleh panas maksimal secara merata;
7. Untuk membuat eclairs seperti yang aku bikin ini, aku menggunakan spuit kue lidah kucing, timpa hingga 3 lapis;
8. Saat sus terlihat sudah mulai mencoklat tapi buih masih banyak, turunkan panas api ke 180°C hingga buih habis atau setidaknya sudah tinggal sedikit;
9. Teuteup, jangan coba-coba membuka oven selama proses pemanggangan yah;
10. Sabarlah dengan durasi memanggang yang lumayan lama. Aku belum berani memanggang 2 rak sekaligus karena dari pengalaman, sus di rak lain gagal mengembang sempurna. Melihat harga gas sekarang, durasi memanggang ini memang lumayan bikin ngenes yah;
10. Ayok, coba lagi ya. Gagal, coba lagi;
11. Satu yang aku pelajari, sering coba, lama-lama bisa, bahkan mahir;

image

image

Lumayan, warnanya cantik. Ga pucat, ga gosong :D

Lebih Bahagia

Kami punya teman dekat lately. Adalah Mba Ita dan keluarganya, tetangga dekat kami yang belakangan kami jadi deket banget sama doi, berawal ketemu di tempat pengajiannya Mama, terus jadi suka berangkat dan pulang bareng. Trus jadi saling ngundang makan siang ato sarapan. Makan-makan barenglah. Mba Ita orangnya berisik banget! Suka cerita dan ngebanyol. Makanya kalo sama dia bawaanya pengen becanda mulu.

Well anyway, kemaren sore sampe malem bikin pizza di rumah. Sedikit chit chat sama Mba Ita di dapur pas pizza udah tersaji, intinya kami ngobrol tentang aku yang sekarang telah kembali single, ditambah harus menjadi single parent, ditambah kehilangan pekerjaan. Namun tanpa sadar, kalimat ini meluncur begitu saja dari mulutku,

“Tapi kok ya lebih bahagia begini, Mba.” Kataku, “Setiap hari bisa sama Jamesha terus. Meski ga punya penghasilan, tapi tiap hari aku bahagia. Ga kaya dulu, bahagianya cuma pas gajian dan dapet uang dinas, sisanya ngenes. Hahahaa..”

Ya, sejak punya Jamesha, jiwaku udah ga ke wanita karir lagi. Sejak punya Jamesha, cita-cita masa depan pengen sekolah lagi lah, wanita karir lah, liburan ke luar negeri lah, jalan-jalan ke Bali lah, bubar jalan. Sejak punya Jamesha, my dream is just simply to become a stay at home mother. Lebih bahagia karena setiap hari, setiap saat bisa menyaksikan perkembangan anakku, dan Insha Allah lebih berkah.

Tapi karena suatu dan lain hal, perhaps you know what I mean, aku urung mewujudkan niatku menjadi SAHM saat itu. Dan kebeneran, sesaat pekerjaan dan penghasilanku menjadi back up-ku ketika semua urusanku selesai. I was like,”Oke, gpp, aku masih sanggup menghidupi anakku sendiri”.  Namun kemudian yang terjadi ga sesuai yang diharapkan dan kembali aku harus mengatakan pada diriku sendiri,”gak papa”. And I mean it. Seriously.

Faktanya, sekarang aku merasa lebih bahagia. Aku bisa bersama anakku tiap hari, bisa menggeluti hobiku dan sedikit mendapat income just for financial back up. (lumayan buat jajan-jajan bakso.hehehee..)

Makanya seneng banget lihat temen-temen, ada yang akhirnya mantap meninggalkan karir dan penghasilannya hanya untuk menjadi ibu rumah tangga. Mereka kemudian (mungkin) cuma di rumah, pake daster, ngurus anak sambil masak, dan sembari menanti suami pulang. Ladies, ada yang lebih bahagia dari ini gak sih? Dan ini tuh ga cuma bahagia aja, tapi lebih berkah. Ya gak sih? Dan ga cuma itu aja loh, meski di rumah, banyak cara buat para Ibu untuk berwirausaha, mendapat penghasilan meski tinggal di rumah.

Ayok, Ibu, udah niat resign dan jadi Ibu Rumah Tangga? Tunggu apa lagi? Segera wujudkan! Dijamin lebih bahagia ^^

The Eclairs, Homemade Roti Tawar dan Cheesy Bites Pizza

Bismillah..

Tiga minggu di Jakarta, ninggalin Balikpapan, ninggalin, dapurku, mixerku, ovenku, membuat hasrat nge-baking membuncah tak terbendung (halah!). Sehari setelah tiba di Balikpapan, ide pertama yang terlintas di pikiranku adalah cream puff. Yeah! Aku suka banget sama Beard Papa’s, kalo ada kata “Jakarta”, pasti yang langsung kebayang duluan adalah kue sus asal Jepang itu. Sayang, dua kali mengunjungi gerainya di Kelapa Gading dan Bandara Soetta, mereka lagi ga sedia cream yang green tea. Wes, gak papa, masih ada si klasik lezat vanilla cream. Sedikit info ah, ternyata cream yang rasa keju kurang cocok di aku. Lain kali, aku akan skip isian ini.

Baiklah, terinspirasi dari Beard Papa’s, mulai ngubek-ngubek dapur dan ngecek perlengkapan. Ternyata aku masih punya stok bahan untuk dibikin eclairs. Perbedaan eksekusi eclairs kali ini adalah di oven, karena di eclairs terdahulu aku menggunakan oven listrik, dan sekarang menggunakan otang. Hasilnya oke juga, walaupun aku skip peletakan pasir di dasar oven, kulit sus lumayan ngembang. Habisnya, bakal berasa apa yak itu kue sus kalo dimasukin pasir kotor ke dalam ovennya. Ah bingung deh aku sama pasir-pasir ini. Kalo ada yang paham mekanisme pasir ini, monggo aku di kasih tau yaa.

image

Resepnya aku ambil dari sini, dimodif dikiitt

Choux Pastry:
200 ml air
100 gr margarin
1/4 sdt garam (aku seujung jari aja)
1 sdm gula pasir
125 gr tepung terigu protein sedang, diayak
3 butir telur ukuran besar
1/2 sdt BPDA

Caranya:

    1. Rebus air, margarin, gula, dan garam hingga mendidih;
    2. Masukkan tepung sekaligus, aduk-aduk hingga adonan kalis. Dinginkan;
    3. Masukkan telur, kocok rata hingga adonan siap di-spuit. Kali ini ngocoknya pake hand whisker aja, ribet ah bongkar-bongkar si mixer phillips :D
    4. Spuit adonan memanjang di atas loyang yang sudah dioles tipis margarin (Aku pake spuit lidah kucing, timpa hingga 4 lapis);
    5. Panggang di rak tengah hingga golden brown dan buih habis, lamanya sekitar 30 menit. Jangan lupa oven dipanasin dulu hingga suhu 200°C.

Cream Vanilla:
250 ml susu cair
75 gr gula pasir
3 sdm tepung maezena
1/8 sdt garam
2 kuning telur
1/2 sdt vanila (aku pake vanila kristal koepoe)
300 gr whipped cream (dari 100 gr whip cream bubuk + 200 ml air es, dikocok hingga kaku)

Caranya:
1. Larutkan tepung maezena dan kuning telur bersama sedikit susu, aduk rata hingga tidak menggumpal;
2. Masukkan sisa susu, gula pasir dan garam, panaskan di atas kompor, jaga jangan sampai mendidih, cukup hingga pinggirnya mulai berbuih atau mulai muncul uap panas;
3. Masukkan larutan tepung maezena, masak hingga mengental dan meletup-letup;
4. Masukkan vanila, aduk rata. Angkat. Dinginkan.
5. Masukkan whipped cream, aduk rata. Simpan di kulkas hingga saat akan digunakan.

Coklat topping, aku pake resep chocolate ganache, soalnya rasanya lebih gurih dan lebih nyoklat. Tar kapan-kapan coba resep yang menggunakan unsalted butter deh. Well anyway, here’s the recepi:

250 gr dark chocolate compound (cincang)
250 ml heavy cream

Caranya:
1. Masak heavy cream hingga mendidih. Matikan api;
2. Masukkan dcc hingga dcc larut dan tampak licin. Tunggu agak dingin hingga ganache tampak mengental. Eclairs siap dicelup ke ganache.

Hasilnya..Tadaa.. :D

image

image

image

Sekian rubrik eclairs, sekarang kita ke roti. Dari semua kue, kayanya aku tuh lebih deeply falling in love sama roti. Ga tahu kenapa, mungkin karena aku suka banget makan roti. Ngebayangin roti yang masih hangat, manis, legit dan empuk, hhhmmm, just yum! ga sanggup nolak deh! Dan kali ini ingin mengulang percobaan roti tawar yang kurang sukses di awal. Jika di awal aku menggunakan resep roti manis, kali ini bener-bener menggunakan resep roti tawar. Dan puas banget sama hasilnya karena sukses! Selain bentuknya cantik, rasanya juga ga kalah enak sama roti tawar yang banyak dijual. Come on, ada gak sih roti yang lebih lezat selain roti bikinan sendiri? Menurut ngana? :D

image

Panas-panas langsung keluarin dari loyangnya dan difoto

Oke, berikut resepnya yang aku ambil dari sini trus aku modif dikit. Terimakasih Bunda Ricke atas sharing ilmunya. Barakallah ^^

500 gr tepung terigu protein tinggi
1 bungkus fermipan (11 gr)
1/2 sdt bread improver
40 gr gula pasir (aku pake 1/4 cup)
2 sdm susu bubuk
2 butir telur
250 ml susu cair dingin
50 gr margarin
3 gr garam

Caranya:
1. Masukkan tepung, fermipan, bread improver, gula pasir, susu bubuk, telur, dan susu cair dingin. Uleni hingga setengah kalis;
2. Masukkan margarin dan garam, uleni terus hingga kalis elastis;
3. Bentuk bulat, istirahatkan 1 jam, tutup serbet;
4. Kempiskan adonan, ulen lagi sebentar;
5. Tata adonan ke dalam loyang roti tawar yang sudah disemir margarin, istirahatkan lagi 1 jam;
6. Panggang di suhu 190° – 200°C selama 25 menit;
7. Panas-panas, keluarkan dari loyang, dinginkan di rak kawat, potong-potong.

Catatan:
1. Loyang roti tawarku ukuran 22x10x10, terlalu kecil untuk resep 500 gr ini, jadi setelah proofing tahap pertama dan dikempiskan, adonan aku bagi 2. Separuh aku panggang, separuh masuk freezer;
2. Sebelum masuk loyang, adonan yang mau dipake, aku bagi 3, dibentuk bulat lalu ditata di loyang. Hampir ga bisa ditutup, karena adonan sudah naik sedikit melewati permukaan loyang;
3. Adonan melewati 2 tahap pengulenan, pengulenan pertama menggunakan tangan. Diuleni hingga kalis, lalu dilanjutkan di mixer hingga kalis elastis. Entahlah, jadi suka ngulen adonan roti. Begitu rasa pegel, langsung dimixer aja. Done! by the way, aku pake mixer Bosch yang dari beberapa review tangguh dipake mengulen adonan roti dan awet. Penampakan mixer sudah pernah aku posting di sini, sila searching-searching aja.

image

image

image

Masih hangat ketika aku mengiris potongan yang pertama, langsung aku oles tuna mayo dan dilahap anak ini. Weenaak!! :D

image

image

"Buk, poto uti!", katanya :D

Kita lanjut ke Cheesy Bite pizza ya. Sebenarnya pizza ini menurut aku kurang sukses. Pertama, keju mozzarela yang aku masukin ke dalam bites-nya, banyak yang meleber keluar. Oke, mungkin nutupnya kurang rapat. Tapi, yang kejunya sukses ga meleber keluar, kita ga nemu keju lunak elastis yang kaya punya Pizza Hut, kondisi bites-nya kopong di tengah, dengan mozzarella yang sudah nyaris ga kelihatan. Mungkin lain kali pake keju cheddar aja deh.

Kedua, untuk rotinya, agak terlalu tebal, sedangkan resep roti pizza ini murni memakai resep pizza doh klasik yang tanpa susu, tanpa telur, dan tanpa margarin/butter. Mungkin lain kali kita kurangi jumlah pizza doh-nya agar hasil akhir lebih tipis. Ato bisa juga kita pake resep roti manis. Lidah Indonesia, malah doyan banget pizza pake pizza doh roti manis. Ga akan terganggu walau rotinya setebal apapun. heheee..

image

Cheesy Bites Pizza ala ala eyke. Not so bad lah ^^

Resepnya udah pernah aku posting di sini, tapi gak papa aku tulis lagi aja biar ga lupa.

Pizza doh:

500 gr tepung terigu protein tinggi
11 gr ragi instan
300 ml air hangat
1 sdt gula pasir
1/2 sdt garam
3 sdm minyak goreng (bisa pakai minyak zaitun, aku sih pake minyak goreng biasa aja)

Caranya:

  1. Larutkan ragi dan gula pasir ke 100 ml air hangat (dari 300 ml), diamkan hingga berbusa;
  2. Masukkan larutan ragi ke dalam tepung, aduk rata;
  3. Masukkan 200 ml sisa air hangat, uleni hingga setengah kalis;
  4. Masukkan garam dan minyak goreng, uleni hingga kalis dan elastis;
  5. Istirahatkan adonan selama 1 jam, tutup serbet;
  6. Kempiskan adonan, pizza doh siap digunakan.

Untuk resep ini, aku hanya menggunakan separuh adonan, separuhnya lagi aku bungkus rapat lalu simpan di dalam freezer (lapis pertama menggunakan cling wrap, kemudian dibungkus rapat lagi dengan kresek). Pizza doh yang dibekukan, bisa digunakan lagi lain waktu. Jika akan digunakan, keluarkan dari freezer, diamkan hingga lunak kembali, ulen lagi sebentar, dan siap dipakai.

Saos Tomat:

500 gr tomat merah segar. Rebus, kupas kulit, blender
2 buah bawang bombay, cincang
2 siung bawang putih, cincang
1 sdt merica bubuk
1/2 sdt pala bubuk (optional, bisa skip kalo ga ada)
8 sdm saos tomat
Gula secukupnya
1 sdt garam atau secukupnya
2 sdt oregano
1 sdt basil
2 sdm minyak goreng untuk menumis

Caranya:

  1. Tumis bawang putih hingga harum;
  2. Masukkan bawang bombay, masak hingga caramelize;
  3. Masukkan tomat rebus yang sudah diblender;
  4. Masukkan saos tomat;
  5. Masukkan merica, pala, gula, garam. Masak hingga mendidih;
  6. Masukkan oregano dan basil, masak hingga mengental.

Hasil saos tomat banyak, bisa digunakan untuk membuat pizza yang lain. Simpan di wadah kedap udara, dan masukkan ke dalam kulkas.

Untuk topping aku pake takaran kira-kira:

500 gr ikan tuna segar, lumuri jeruk nipis untuk menghilangkan amis, bilas air, kukus hingga matang, suir-suir, aduk rata bersama mayonaise dan susu kental manis. Icip-icip aja sesuai selera. Kalau terlalu asam, tambah sedikit susu kental manisnya.

250 gr keju mozzarella (100 gr untuk isian cheesy bites, 150 gr untuk topping). Just info, isian cheesy bite bisa diganti keju cheddar, bisa juga kombinasi cheddar dan mozzarella. Kembali aku sarankan, agar cocok dengan lidah kita, untuk pizza cheesy bites, lebih enak menggunakan pizza rdoh roti manis. Sesuai selera aja ya.

1 buah bawang bombay iris tipis, masukkan minyak goreng secukupnya, aduk rata

Jagung manis rebus yang sudah dipipil, secukupnya.

Penyelesaian:

  1. Tata pizza doh di atas loyang pizza, aku pakai yang berdiameter 30 cm. Diamkan 10 menit;
  2. Buat pinggiran cheesy bites, ambil 100 gr mozzarella, tambahkan keju cheddar bila suka. Tutorial lengkapnya bisa googling aja yah. Gampang kok :D
  3. Olesi permukaan pizza dengan minyak goreng/ minyak zaitun;
  4. Beri bahan toping: saos tomat, sebagian mozzarella, tuna mayo, jagung manis, bawang bombay, sisa mozzarella;
  5. Panggang di oven bersuhu 190 – 200 selama 15 – 20 menit. Angkat. Sajikan hangat.

image

image

image

Oke, selamat mencoba yaa..
Do what you love, love what you do :)

I Love Masakan Padang but I Love Masakan Padang!

Alhamdulillah, kelar acara aqiqah Sila kemaren. Aku terpesona dengan menu gulainya. This is what I have been calling #culinaryorgasm. Seumur-umur ikut acara aqiqahan, belum pernah nemu gulai kambing seenak ini. Karena biasanya, gulai kambing yang aku temui di acara aqiqahan, bentuknya berkuah encer gitu. Ga jarang, isi daging-dagingnya (maaf), masih bau kambing ditambah tekstur dagingnya alot. Tapi gulai kambingnya Dedek Sila ini beda bingits! Kuah kentalnya (yang lebih mirip saos) bener-bener ga pelit bumbu rempah khas lidah Padang. Cara makannya gimana? Gampang! kamu cuma perlu sepiring nasi hangat, kucuri nasi dengan kuahnya, ga pake dagingnya pun, kuahnya sama nasi aja udah enak kok hehe. and bon apetit deh! Makannya jangan pake sendok, selain banyak potongan sikil, iga, dan mungkin buntut yang bertulang, kamu harus mengeksekusi hidangan ini pake tangan.

Baiklah, berikut tampilan gulai kambing di aqiqah Sila kemaren. Oiya, kenalin dulu ponakanku yang baru. Alhamdulillah lahir sehat, cantik, dengan berat 3,2 kg dan panjang 50cm. Just perfect. Alhamdulillah ^^

image

Gulai kambingnya Asiilah. Nemu ketupat. Why not yakaan?? ^^

image

Dan lihatlah kuah kentalnya yang berlinang-linang, berpadu dengan bagian sikil, iga dan jeroan kambing. Hingga aku pun berasumsi, orang Padang bebas kolestrol karena makanan tinggi lemak begini memakai banyak bumbu rempah. Iya gak sih? Dan kemudian aku berniat mo makan gulai otak :D

Dan, Mamak (nenek Asiilah dari Maminya), berbaik hati membuatkan kami lontong sayur pakis yang sedapnya tak terlupakan. Dari lontong sayur pakis ini lah di ketupat berasal :D

image

image

Sarapan sehat tadi pagi, seporsi lontong sayur Padang dan Gulai Kambing. Ckckckck! dosah dihitung ya kalorinya! Pamali!!

image

Isinya hanya terdiri dari sayuran pakis dan udang kecil-kecil yang kulitnya lunak dimakan. Tapi kuahnyaa..Maashaa Allah..Yum!

image

Ah! Ini si cantik yang kemaren jadi primadona. Asiilah Tsana Nauwami ^^

Baiklah, sekian dulu pamer gulai kambing dan lontong sayur Padang hari ini. See u in my another post yaa..Ciaobella!!

Puding Coklat Vla Vanila

image

Once upon a day, I was so craving for chocolate pudink, and suddenly remembered of hoka bento choc pud yang lembut agak kenyal kaya jelly, light and sweet ga bikin eneg. Dan yang pasti nyoklat banget itu.

Ubek ubek google, akhirnya nemu resep dari berbagai sumber. Karena versinya macem-macem, ada yang pake dark chocolate, ada yang pake coklat bubuk aja, ada yang pake susu cair coklat, ada yang pake susu kental manis coklat, dan ada juga yang pake susu cair full cream biasa.

Karena di rumah lagi ga tersedia susu cair coklat, akhirnya pake resep yang menggunakan susu cair biasa + dark chocolate. Karena dari berbagai sumber, resepnya sudah aku modif sana sini, menyesuaikan dengan selera dan bahan yang tersedia. Baiklah, here is the recepi:

1 bungkus nutrijel
1 bungkus agar
1750 ml susu cair
180 gr gula pasir
3 sdm coklat bubuk
1 sdt vanili
220 gr dark coklat

1. Masukkan nutrijel, agar, susu, gula pasir dan coklat bubuk, masak hingga mendidih;
2. Masukkan dark coklat yang sudah dicincang, aduk rata hingga coklat larut dan mendidih kembali (meletup-letup);
3. Masukkan vanili, aduk rata. Matikan api;
4. Tuang ke cetakan atau wadah puding, biarkan agak dingin suhu ruang kemudian simpan dalam kulkas. Sajikan dingin lebih nikmat.

Vla Vanila:
300 ml susu cair
60 gr gula pasir
1 1/2 sdm tepung maezena
1 kuning telur
1/2 sdt vanili

Caranya:
1. Masukkan susu, gula pasir, dan tepung maezena, aduk rata, masak hingga mulai beruap panas;
2. Ambil sebagian campuran susu, campur ke kuning telur, aduk rata, lalu masukkan kembali ke susu, aduk rata lagi, masak hingga mengental dan meletup;
3. Masukkan vanili, aduk rata, angkat. Dinginkan sambil terus diaduk-aduk agar tekstur vla halus, tidak berkulit. Sajikan puding dan vla dalam keadaan dingin. Hhhhhmmmmm…yummiee!

Note:
1. Stok susu cairku ternyata sisa 800 ml, itupun susu full cream, padahal resep asli pake susu cair coklat. Keinget masi punya krim kental, sisanya aku tambahin krim kental tersebut hingga mencapai 1750ml plus 1/2 cup air biar ga kental bgt.
2. Dari berbagai sumber, mereka hanya menggunakan agar, di aku, modif dengan nutrijel. Termasuk vanili, aku tambahin sendiri. Takarannya 1 sdt di pudink, dan1/2 sdt di vla;
3. Takaran gula di pudink aku kurangin, aslinya 200 gr, soalnya dark coklat yang beredar di pasaran ini udah manis banget. Hasil kue suka kemanisan kalo takaran gula ngikutin resep;
4. Awalnya, vla itu aku buat dari 200 ml susu cair, gula sekitar 1/4 cup, tapi hasilnya terlalu manis dan terlalu kental. Jika kamu lihat foto-foto vla-nya di sini, itu adalah vla versi terlalu kental dan terlalu manis. Kuputuskan untuk memasak vla-nya kembali dengan menambahkan susu cair sekitar 100 ml. Hasilnya rasa dan tekstur vla yang pas banget! Hehhee..seneng deh!
4. Resep vla vanila di atas hanya cukup untuk separuh resep puding, jadi silakan bikin vla-nya pake 2x resep yah. Atau mo bikin pudingnya setengah resep aja, monggo ^^ ;
5. Takaran dark coklat aku tambahin, aslinya 180gr, karena aku pake susu full cream. Dark coklat juga cuma sisa 140gr, keingat masi punya couveture, aku tambahin 80gr hingga mencapai 220gr. Yah, itung2 couveture bisa gantiin pahitnya kopi yang ternyata dipake di resep asli. Kayanya juga, next kita buletin takaran dark chocolate-nya jadi 250gr aja deh; dan
6. Catatan terakhir, aku saranin kamu gunakan saringan waktu menuang puding yang baru matang ke cetakan agar terbentuk tekstur yang lembutnya konsisten.

Nah, sekian dulu. Bikinnya gampang banget dan sebentar banget. Ini aku bikin pas Jamesha baru mulai bobo siang, mungkin sekitar setengah jam udah kelar, trus aku ikut bobo juga :D

Sorenya, udah dekat magrib, pas Jamesha udah mandi dan udah makan, puding udah dingin di kulkas, siap disantap. Langsung aku potong dan foto-foto deh. Cahaya udah minim banget, akhirnya mengandalkan shutter speed pelan. Agak pegel juga menjaga kestabilan kamera biar hasil ga blur, karena lensa yang aku punya cuma yang lensa bawaan 18-135 mm. Well, not so bad lah hehehee..

Selesai foto-foto, Jamesha icip2 secuil dan ternyata dia suka. Awalnya vla-nya doank dimakan, abis tuh, ke puding coklatnya deh. Yah emang si penyuka coklat anak ini :D

Selamat mencoba yaa ^^

image

Puding ini hasil akhirnya dapet 2 wadah/cetakan..yang satu aku masukin ke loyang pie ini. Satunya ada yang pake cetakan puding beneran. Tapi ribet ah dikeluarin semua hehee

image

Menambal kekurangan takaran susu cair dengan krim kental ternyata bikin tekstur puding kirang light. Next, kita full susu cair aja yah ^^≥

Mencoba Roti Tawar

Tiba-tiba pengen bikin roti tawar sendiri. Apasih roti tawar, ga ada yang spesial, selain mudah di dapat, harganya juga relatif murah. But u know what, nothing more delish than the homemade hehehee..

Selalunya roti tawar emang ga asik dimakan polos gitu aja. Kalo aku, kudu di panggang dulu pake margarin, panas-panas baru dioles selainya baru bisa enak. Dari dulu selalu memimpikan roti tawar yang manis enak dimakan gitu aja (lupa, jika memang demikian, silakan beli roti manis aja toh?!) Trus kepikiran, gimana kalo roti tawarnya dibikin enak. Tetep pake cetakan roti tawar tapi resepnya pake resep roti manis.

Hasilnya? Ya bukan roti tawar, melainkan roti manis polos berbentuk roti tawar heheee…emang dasar ibuk dodol..maksa dot com!
Oke oke, lain kali aku bakal beneran pake resep roti tawarnya. Tapi kali ini mari kita simak bersama penampakan roti gagal tawar ala ala ibuknya Jamesha yang tukang maksa dot com :D

image

I dont know, something happens really wrong when I decide to refrigerate the dough a whole night before baked. They are not raise beautifully...

image

But the taste really good! When grilled and put chocolate jam or peanut, Ya Allah, weenaknyaaa ^^

image

Aslinya roti tawar itu berwarna putih cantik, kulit luarnya kuning kecoklatan dengan tektur tebal, seret dan keras, sedangkan bagian dalamnya yang berwarna putih kenyal-kenyal empuk gimanaa gitu. And mostly we avoid the brown skin. Tapi tahukah kamu, warna putihnya itu berasal dari mentega putih, dan aku selalu punya firasat ga enak sama si putih ini, dimana sependek yang aku tahu, mentega putih punya konten ga sehat lebih banyak ketimbang mentega kuning biasa. Cmiiw. So, I decide not to use the shortening alias si mentega putih ini.

Oce, sekian deh episode roti gagal tawar tapi enak ini. Kapan-kapan mungkin aku akan coba resepnya yang beneran ^^

Ciaobella!