Setiap Anak itu Juara!

Tergelitik dengan kejadian kacaunya pelaksanaan Ujian Nasional 2013, tertuang secuil pemikiran tentang sistem pendidikan yang diterapkan ke anak-anak kita. Generasi penerus yang kelak diharapkan akan melanjutkan perjuangan untuk membangun bangsa ini.

Dewasa ini, sistim pendidikan kita, anak yang pandai menghapal dan mendapat nilai tinggi itulah yang anak pintar! Anak juara! Anak unggul!

“Wahhh! Matematikanya dapat nilai sepuluh! Hebat!” atau

“Pintar! Masi kecil udah jago Bahasa Inggris yaa!”

Mungkin begitu ungkapan sebagian besar orang tua terhadap suatu keunggulan akademis yang dimiliki seorang anak.

Tapi tahukah kita, anak pintar itu terlalu sempit jika hanya ditentukan dalam konteks akademis. Mudah menghapal, nilai sepuluh, dan lain sebagainya.

Percuma pintar kalo setiap bermain dengan teman sebaya maunya menang sendiri. Percuma juara kelas kalo di rumah bicaranya tidak sopan ke orang tua. Membentak ibu atau membantah ayah.

Faktanya, semua anak itu juara!

Mungkin Si A payah di matematika, tapi dia pandai melukis. Lukisannya indah dan membuat berbinar mata siapapun yang memandang. Sangat kreatif untuk anak seusia dia. Anak seperti A, apakah tidak bisa dikatakan juara? Bisa!

Atau Si B yang payah di Bahasa Inggris, tapi B pandai mengaji, fasih mengaplikasikan hukum tajwid. Suaranya melantun merdu, menentramkan. Rajin mengisi suara adzan di mesjid dekat rumah atau musolah sekolah. Anak seperti Si B, apakah tidak bisa dikatakan juara? Bisa dong!

Atau Si C yang suka tertidur di kelas karena selalu mengerjakan PR seabrek hingga larut malam, susah menghapal, tapi pandai merangkai puisi!

Atau anak-anak lain yang gagal unggul di kelas, di depan guru, di depan kawan sesama siswa, tapi ternyata ada yang mahir berenang, pandai menyanyi, mahir bermain sepakbola. Wah, ternyata luas ya lingkup potensi anak yang bisa digali! ^^

Yang ada sekarang, anak itu malah dituntut harus unggul di akademis, sampai si anak ini lupa sama potensinya sendiri.

“Main band terus! Sanah belajar!” gitu deh orang tua sekarang ya..kasian sekali anak-anak ini

Jadi, sangat pendek jika menentukan keunggulan seorang anak itu hanya dari segi akademis. Semua anak itu juara! Semua anak itu berpotensi! Tinggal kitanya, apakah bisa membantu dia mengasah potensinya hingga potensi itu bisa bermanfaat untuk banyak orang.

Jadi, mau dibentuk kaya apa anak kita? Yang sekedar pinter akademis? Atau yang berkepribadian bijaksana?

@DwiArshi
Ibunya Jamesha Latifah Arsyahadi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s