Lebih Bahagia

Kami punya teman dekat lately. Adalah Mba Ita dan keluarganya, tetangga dekat kami yang belakangan kami jadi deket banget sama doi, berawal ketemu di tempat pengajiannya Mama, terus jadi suka berangkat dan pulang bareng. Trus jadi saling ngundang makan siang ato sarapan. Makan-makan barenglah. Mba Ita orangnya berisik banget! Suka cerita dan ngebanyol. Makanya kalo sama dia bawaanya pengen becanda mulu.

Well anyway, kemaren sore sampe malem bikin pizza di rumah. Sedikit chit chat sama Mba Ita di dapur pas pizza udah tersaji, intinya kami ngobrol tentang aku yang sekarang telah kembali single, ditambah harus menjadi single parent, ditambah kehilangan pekerjaan. Namun tanpa sadar, kalimat ini meluncur begitu saja dari mulutku,

“Tapi kok ya lebih bahagia begini, Mba.” Kataku, “Setiap hari bisa sama Jamesha terus. Meski ga punya penghasilan, tapi tiap hari aku bahagia. Ga kaya dulu, bahagianya cuma pas gajian dan dapet uang dinas, sisanya ngenes. Hahahaa..”

Ya, sejak punya Jamesha, jiwaku udah ga ke wanita karir lagi. Sejak punya Jamesha, cita-cita masa depan pengen sekolah lagi lah, wanita karir lah, liburan ke luar negeri lah, jalan-jalan ke Bali lah, bubar jalan. Sejak punya Jamesha, my dream is just simply to become a stay at home mother. Lebih bahagia karena setiap hari, setiap saat bisa menyaksikan perkembangan anakku, dan Insha Allah lebih berkah.

Tapi karena suatu dan lain hal, perhaps you know what I mean, aku urung mewujudkan niatku menjadi SAHM saat itu. Dan kebeneran, sesaat pekerjaan dan penghasilanku menjadi back up-ku ketika semua urusanku selesai. I was like,”Oke, gpp, aku masih sanggup menghidupi anakku sendiri”. Β Namun kemudian yang terjadi ga sesuai yang diharapkan dan kembali aku harus mengatakan pada diriku sendiri,”gak papa”. And I mean it. Seriously.

Faktanya, sekarang aku merasa lebih bahagia. Aku bisa bersama anakku tiap hari, bisa menggeluti hobiku dan sedikit mendapat income just for financial back up. (lumayan buat jajan-jajan bakso.hehehee..)

Makanya seneng banget lihat temen-temen, ada yang akhirnya mantap meninggalkan karir dan penghasilannya hanya untuk menjadi ibu rumah tangga. Mereka kemudian (mungkin) cuma di rumah, pake daster, ngurus anak sambil masak, dan sembari menanti suami pulang. Ladies, ada yang lebih bahagia dari ini gak sih? Dan ini tuh ga cuma bahagia aja, tapi lebih berkah. Ya gak sih? Dan ga cuma itu aja loh, meski di rumah, banyak cara buat para Ibu untuk berwirausaha, mendapat penghasilan meski tinggal di rumah.

Ayok, Ibu, udah niat resign dan jadi Ibu Rumah Tangga? Tunggu apa lagi? Segera wujudkan! Dijamin lebih bahagia ^^

2 thoughts on “Lebih Bahagia

  1. Halo mba… Salam kenalπŸ™‚ critanya nih nyasar ke blog mba ini pas berburu resep dan ilmu dalam baking-membaking (weleh bahasa opo ya ini :p). Pas baca tulisan mba yg ini, mataku mbrebes mili…merasa kalo pilihanku jd fulltime mommy at home selama ini nda salah…lbh berarti dibanding jd wanita karir… Memang sih ada masa2 ngenes krn cuma ngandalkan penghasilan suami, kadang jg iri sm temen yg sukses ngantor. Tapi waktu bersama anak2 nda bs tergantikan dg apapun, uang bs dicari…tp anak mau cari kemana? Makanya skrg mau belajar bikin kue, harapannya sih spy bs jualan sambil trus ngawasi perkembangan anak2 hehehe. Matur nuwun… Sama2 berjuang. ya mba…FightingπŸ™‚

    • Halo mba. Salam kenal juga. Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Sama-sama mba. Insha Allah karir ibu rumah tangga akan lebih berkah..aamiin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s